Sriwijaya Air Jatuh
Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jakarta - Pontianak Menurut KNKT
Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI pada Kamis 3 November 2022.
Hal ini diketahui dari indikasi awal/respons kru SJ182, begitu auto throttle mati.
Dalam 4 detik pertama respons kru setelah auto-throttle disengage, responsnya adalah membelokkan pesawat ke kiri (dengan asumsi untuk melevelkan pesawat, karena dianggap sedang belok kanan).
Namun respons awal ini justru menambah sudut kemiringan pesawat saat itu, yang sebenarnya sedang miring ke kiri akibat thrust assymetry mesin kanan.
Kru pun terlambat mengantisipasi sehingga pesawat dalam kondisi upset.
KNKT dalam temuannya juga mengatakan belum ada panduan tentang Upset Prevention and Recovery Training (UPRT) dalam proses pelatihan di maskapai Sriwijaya Air.
Padahal pelatihan ini bertujuan menjamin kemampuan dan pengetahuan pilot dalam mencegah dan memulihkan kondisi upset secara efektif dan tepat waktu.
Hanya saja, KNKT tidak bisa mendengar percakapan pilot dari data flight data recorder (FDR) yang diunduh, sehingga tidak diketahui apa saja pembicaraan pilot-kopilot selama krisis, dan perintah apa yang diberikan.
Rekomendasi Dari investigasi ini, KNKT menerbitkan tiga rekomendasi kepada Sriwijaya Air.
Pertama untuk berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelum melakukan perubahan prosedur terbang, dan meminta NTO (no technical objection) dari pabrikan pesawat udara, sebelum melakukan perubahan prosedur yang sudah ada di buku panduan yang disiapkan pabrikan pesawat.
Kedua, KNKT meminta Sriwijaya Air meningkatkan jumlah pengunduhan data (download data penerbangan) dari Flight Data Analysis Program (FDAP), untuk meningkatkan pemantauan operasi penerbangan, sehingga kejadian seperti thrust asymmetry ini bisa diketahi sejak dini.
Terakhir, KNKT juga meminta Sriwijaya Air menekankan pelaporan bahaya (hazard) kepada seluruh pegawai.
Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.
Pesawat Boeing 737-500 itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, 7 penumpang anak-anak, dan 3 bayi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sriwijaya Air SJ182 Jatuh akibat "Thrust Asymmetry", Ini Analisisnya",
Penulis : Reska K. Nistanto
Editor : Reska K. Nistanto