Lokal Populer
Pembangunan Jalan di Desa Lumbang Akan Pengaruhi Perekonomian Masyarakat
Mukhtar mengaku mayoritas warga Desa Lumbang merupakan pekebun dan petani. Warga menggarap lahannya untuk menanam jeruk, sayur, kelapa sawit, dan padi
Penulis: Imam Maksum | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Warga Desa Lumbang, Kecamatan Sambas Mukhtar raut wajahnya tampak cerah meski gerimis membasahi rambutnya. Dia meninjau kembali Jalan Lingkar Kota Sambas yang akan dilanjutkan pembangunannya.
Mukhtar mengaku dengan dilanjutkannya pembukaan Jalan Lingkar merupakan sebuah asa. Setelah sekian lama jalan tersebut tak tersentuh pembangunan. Dia meyakini kelak apabila jalan tersebut telah resmi maka aksesibilitas warga akan semakin membaik.
"Nanti kami dan warga yang berkebun akan sangat mudah menuju kebun, merawat dan memanen hasil kebun menjadi mudah. Ketika jalan ini sudah resmi nanti akses masyarakat pun sangat dimudahkan," tuturnya Senin 31 Oktober 2022 kemarin.
Mukhtar dan sejumlah warga Desa Lumbang ikut mendampingi Bupati Sambas H Satono meninjau kegiatan pembukaan jalan sepanjang 6,5 kilometer dan lebar 12 meter itu.
• Polres Sintang Tetapkan Dua Tersangka Atas Dugaan Pasir Zirkon Hasil Tambang Ilegal
Mukhtar mengaku mayoritas warga Desa Lumbang merupakan pekebun dan petani. Warga menggarap lahannya untuk menanam jeruk, sayur, kelapa sawit, dan padi.
"Dahulu puluhan tahun yang lalu warga takut untuk berkebun karena lahan jauh di tengah hutan. Namun ketika perlahan jalan beton desa dibangun perlahan pula warga mau untuk menggarap lahan," katanya.
Apalagi, kata dia, ketika pembangunan Jalan Lingkar ini bisa cepat selesai maka warga akan sangat memaksimalkan mengolah lahan yang mereka punya.
"Kami berharap pembangunan jalan ini cepatnya dapat selesai melalui TMMD TNI dan didukung oleh Pemerintah Daerah Sambas, semoga jalan lingkar yang telah lama didambakan dapat terselesaikan," harapnya
Tinjau Pembukaan Jalan
Bupati Sambas H Satono meninjau kegiatan pembukaan Jalan Lingkar di Desa Lumbang Kecamatan Sambas. Meskipun peninjauan itu dibarengi deras hujan, puluhan warga ikut mendampingi Bupati Satono pada Senin 31 Oktober 2022.
"Alhamdulillah di tengah rintik hujan yang perlahan menjadi deras hujan, saya bersama Dandim Sambas, bersama Kades dan Tokoh Masyarakat Lumbang, ke lapangan meninjau jalan lingkar.
"Ini menjadi harapan dan doa masyarakat Desa Lumbang," tutur Bupati Sambas Satono.
Jalan lingkar itu akan menghubungkan Desa Lumbang ke Desa Lubuk Lagak Kecamatan Sambas. Panjang jalan 6,5 kilometer dengan buka jalan 12 meter itu merupakan penantian lama warga Desa Lumbang dan sekitarnya.
"Sekian puluh tahun menjadi penantian, hari ini, Alhamdulillah mewakili Pemda Sambas, bersama Dandim dan Kades dan masyarakat, membuka akses jalan. Ini puluhan tahun menjadi penantian dan harapan masyarakat," katanya.
Satono mengungkapkan, pembukaan akses jalan itu merupakan wujud sebagai bukti konkret apa harapan dan doa masyarakat Desa Lumbang. Dia berharap kerjasama dan kolaborasi yang baik sehingga pembangunan yang ada di Kabupaten Sambas khususnya di Desa Lumbang berjalan baik dan lancar sesuai harapan.
"Ini panjangnya 6,5 kilometer dengan buka jalan 12 meter. Mudah-mudahan dengan adanya akses jalan dibuka bisa menjadi alternatif akses transportasi masyarakat. Baik pelaku usaha pertanian dan kebun sehingga bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan khususnya bagi masyarakat Desa Lumbang dan sekitarnya," harapnya.