Satu Pasien Suspek Gagal Ginjal Akut di Kalbar, Kadiskes : Telah Lakukan Pengambilan Sampel Darah

Kemudian juga telah diambil serum dari darah pasien. Selain itu, mengumpulkan obat-obatan yang digunakan selama pasien dirawat mandiri di rumah.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Hary Agung Tjahyadi saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis 27 Oktober 2022. 

“Kami juga lakukan penguatan tata laksana dan manajemen klinis yang telah dikeluarkan Dirjen Yankes terkait penanganan gagal ginjal akut/atipikal progresif ini,”ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, kalau ada anak sakit, pemberian obatnya untuk dapat dikonsultasikan dengan petugas kesehatan, serta jangan asal-asalan memberikan dengan pengetahuan sendiri, apalagi tidak teratur.

“Waspada lain, kita harus selalu lihat anak-anak kita.m yakni pengurangan air kencing, lihat frekuensinya. Kalau dalam sehari hanya 2-3 kali kencing, artinya itu sudah ada pengurangan. Anak-anak yang pakai pampers harus dilihat juga, apakah ada pengurangan frekuensi kencingnya,”ujarnya.

Ia mengimbau kembali untuk menggunakan obat-obatan dengan konsultasi ke tenaga kesehatan, dan sementara ini jangan gunakan obat-obatan dagang dengan pengetahuan sendiri. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved