Pola Hidup Sehat
Benarkah Penderita Diabetes Tidak Boleh Konsumsi Makanan Manis Sama Sekali?
Peningkatan kadar glukosa darah berasal dari proses yang ada di dalam tubuh. Atau biasa kita kenal sebagai glukosa endogen.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Banyak yang berpendapat bahwa orang yang menderita diabetes tidak boleh makan makanan yang manis.
Semua makanan manis terlarang bagi penderita diabetes. Anggapannya, makanan manis akan semakin meningkatkan kadar gula darah.
Anggapan ini lama bertahan. Akibatnya penderita diabetes menurun nafsu makannya. Takut makan. Padahal, anggapan ini ternyata keliru dan tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali.
Gula darah naik bukan karena asupan dari luar
Sebetulnya peningkatan kadar glukosa darah pada penderita diabetes bukan karena asupan dari luar.
Peningkatan kadar glukosa darah berasal dari proses yang ada di dalam tubuh. Atau biasa kita kenal sebagai glukosa endogen.
Produksi glukosa endogen itu melalui dua cara, yaitu glikogenolisis dan glukoneogenesis. Proses ini diperantarai hormon glukagon.
• Bahaya Makan Tengah Malam, yang Bisa Menyebabkan Diabetes
Hormon glukagon, sebagaimana halnya insulin dihasilkan oleh pankreas, tetapi memiliki fungsi yang berbeda dengan insulin.
Jika insulin berperan sebagai hormon anabolik, yaitu hormon yang berperan dalam proses sintesa atau pembuatan zat yang dibutuhkan tubuh, maka glukagon berperan sebagai hormon katabolik, yaitu hormon yang berperan dalam proses pemecahan zat kompleks menjadi zat yang lebih sederhana, sehingga dapat dipergunakan oleh tubuh.
Pada kondisi diabetes, glukagon melakukan katabolisme jaringan lemak menjadi glukosa. Penyebabnya beragam. Biasanya berkaitan dengan kondisi stres, baik itu stres fisik maupun stres psikis.
Kondisi stres, baik fisik ataupun psikis, akan memicu pelepasan adrenalin dan noradrenalin. Kedua hormon ini akan memicu pelepasan glukagon dari sel alfa pankreas.
Pelepasan glukagon akan meningkatkan produksi gula di hati. Sayangnya kenaikan kadar gula darah ini tidak memicu pelepasan insulin.
Bukti ini pernah didemonstrasikan Roger Unger, seorang ahli endokrinologi asal Amerika Serikat. Beliau memperlihatkan pemberian glukosa langsung ke dalam darah melalui vena tidak merangsang pelepasan insulin. Gula darah penerima tetap tinggi, walau sukarelawan tersebut tidak memiliki riwayat diabetes.
• Penyebab Luka Diabetes dan Cara Mencegahnya
Sebaliknya saat sukarelawan diberi gula peroral maka tak lama kemudian gula darahnya turun. Hal ini menunjukkan adanya rangsangan pelepasan insulin.
Ternyata rangsangan pelepasan insulin dilakukan oleh hormon yang dihasilkan saluran cerna. Hormon-hormon tersebut disebut inkretin, singkatan dari intestinal secretion.