Lokal Populer
Peluang Besar Sektor Usaha Sapi Potong di Kalimantan Barat
Populasi ternak di Kabupaten Kubu Raya relatif lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya, dengan sebaran kambing sebanyak 30 persen dan sapi sebanya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peternakan merupakan salah satu usaha masyarakat yang telah berkembang di Kabupaten Kubu Raya.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif mengatakan dari perkembangan data peternakan di tahun 2021 relatif tinggi dibandingkan kabupaten lain.
"Populasi ternak di Kabupaten Kubu Raya relatif lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya, dengan sebaran kambing sebanyak 30 persen dan sapi sebanyak 10 persen dari total populasi ternak kambing dan sapi di tingkat provinsi," ujar Munsif.
Hal ini ia sampaikan saat sambutan pada Kegiatan Inkubasi Bisnis Komoditas Pertanian di Lokasi Restorasi Gambut yang dilaksanakan oleh Yayasan Agri Muda Swasembada dan dengan Support Badan Restorasi Gambut dan Manggrove (BRGM) di Hotel Mercure, Kamis 20 Oktober 2022.
Ia mengatakan peternakan sapi potong di Kubu Raya dikembangkan secara intensif, konvensional dan belum melembaga, dengan skala kepemilikan yang kecil, yaitu rata-rata 2-3 ekor per rumah tangga peternak.
"Peternakan sapi dijadikan tabungan bagi pemiliknya, yang dijual pada saat kebutuhan mendesak rumah tangga dalam jumlah besar, seperti kebutuhan pesta pernikahan atau untuk melanjutkan pendidikan anggota rumah tangga ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.
Inkubasi bisnis kata Munsif diartikan sebagai upaya pembinaan, pendampingan dan pengembangan usaha bagi inkubator, dalam hal ini adalah peternak sapi potong, agar usahanya berkembang yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi, berkarakter, bermental kewirausahaan, dan meningkat pula kompetensinya.
"4 kelompok masyarakat yang mengikuti kegiatan inkubasi ini adalah kelompok masyarakat yang sebelumnya telah mendapat bantuan ternak dari BRGM dan dinilai layak untuk meningkatkan usahanya," ujarnya.
Ia memandang materi yang disiapkan penyelenggara sangat relevan untuk memenuhi tujuan dari inkubasi. Materi analisis usaha ternak, pencegahan penyakit, good farming practices, manajemen pakan, penanganan limbah, hingga penguatan kelembagaan, merupakan serangkaian materi yang cukup menjadi bekal bagi inkubator untuk naik kelas ke tingkat usaha ternak.
Munsif menekankan sepanjang kegiatan peserta diharapkan dapat fokus dan serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, bertanya secara aktif dengan para narasumber.
Sehingga, saat pulang telah memahami konsep perhitungan usaha yang matang, lalu mengimplementasikan, bahkan kedepan juga melakukan pembinaan dan pendampingan lanjutan bagi calon peternak di lingkungannya masing-masing.
"Maksimalkan pemahaman atas materi yang disampaikan, karena peluang untuk menjadi pionir usaha ternak sapi potong di Kubu Raya ataupun di Kalbar sangat terbuka lebar, mengingat salah satu narasumber adalah praktisi bisnis sapi potong di Kalbar," ujarnya.
Pelatihan Wirausaha
Pelaku usaha pemula di Pontianak terima pelatihan wirausaha penguatan ekonomi di Aula Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Kamis 20 Oktober 2022.
Kegiatan yang dilaksanakan DPD Fomeka ini didukung juga oleh dari Polda Kalbar dan Pemprov Kalbar melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar.
Pelatihan kepada pelaku usaha ini juga merupakan respon terhadap isu ekonomi nasional dari DPD Forum Musyawarah Ekonomi Kerakyatan (Fomeka) Kalbar ikut andil mendukung pemerintah dengan melakukan langkah berupa kegiatan Pelatihan kewirausahaan.
Pada pelatihan pelaku usaha pemula ini mengusung tema "Penguatan pemulihan ekonomi mikro kreatif berbasis budaya dan teknologi menuju Indonesia hebat".
Selain kegiatan Pembekalan, Pelatihan untuk pelaku usaha pemula, DPD Fomeka juga memberikan bantuan bahan-bahan baku olahan makanan ringan dan olahan kerajinan tangan kepada seluruh peserta yang merupakan bantuan didukung dari Polda Kalbar dan Pemprov Kalbar.
Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Drs Junaidi.
"Melalui kegiatan ini, kedepannya dapat terus menjalin kerja sama sebagai mitra kerja Dinas Koperasi UMK dalam mengembangkan UMKM yang ada di Kalbar," ujar Junaidi.
Untuk mendukung kegiatan tersebut Dinas Koperasi UMK Kalbar memberikan materi dan pembekalan pelatihan kepada peserta pelaku usaha pemula yang telah dan akan di rekrut menjadi anggota DPD Fomeka Kalbar.
Dalam kesempatan yang sama Ketua DPD Fomeka Kalbar, Eman Saputra menyampaikan, bahwa sasaran peserta yang mengikuti pembekalan dan pelatihan terdari hasil rekrutan DPD Fomeka yang dinilai belum memiliki usaha atau kesulitan dalam melakukan usaha mikro yang kita anggap sebagai pelaku usaha pemula.
Menurutnya, tujuan DPD Fomeka melaksanakan kegiatan pembekalan sekaligus pelatihan dan penyerahan bantuan usaha adalah untuk memberikan motivasi kepada pelaku usaha pemula.
"Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan bagimana memanfaatkan bahan-bahan yang sederhanan, fasilitas teknologi yang terbatas bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Dan diminati oleh masyarakat luas, kemudian kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahtraan keluarga, dan mengurangi angka kemiskinan," katanya.
Saat ini Fomeka Kalbar telah memiliki kepengurusan di 8 Kabupaten dan kota Se Provinsi Kalbar.
Kedepan akan terus mengembangkan di 14 Kabupaten dan Kota, kemudian DPD Fomeka Kalbar juga telah memiliki gerai Rumah Oleh-Oleh Fomeka yang beralamat di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat.
Rumah Oleh-Oleh Fomeka ini sebagai wadah bagi seluruh aggota untuk memasarkan produknya, karena seluruh anggota Fomeka adalah pelaku UMKM.
"Fomeka akan terus konsisten dalam memajukan, menumbuhkan dan mengembangkan usaha dalam rangka membangun perekonomian nasional yang kuat menuju indonesia hebat berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan," tukasnya.