Pola Hidup Sehat

Cara Memperhatikan Kesehatan Fisik untuk Para Gamers

Pertama kali di tahun 2020, olahraga elektronik ini juga dikenal sebagai istilah E-sports, mendapat pengakuan dan persetujuan dari pemerintah

Tayang:
Shutterstock
E-sports telah tercatat pada bagian pengertian olahraga dalam Pasal 1 Nomor 4 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. 

Untuk membantu para atlet olahraga elektronik, Coda Indonesia menggandeng Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya dan dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO, sebagai dokter spesialis kedokteran olahraga yang berpraktik di Sport Medicine Injury and Recovery Center (SMIRC) rumah sakit tersebut.

Pada Selasa 11 Oktober 2022, Coda Indonesia bersama RSPI Bintaro Jaya, meresmikan kampanye #MainSehatBarengCoda. Lewat kesempatan itu, dr. Antonius Andi Kurniawan, memberikan penjelasan atas kondisi kesehatan para atlet E-sports saat ini.

Berdasarkan data yang dimiliki Dr. Andi, secara garis besar terdapat 10 jenis keluhan cedera terbanyak yang dialami oleh pemain E-sports. Diantaranya ada keluhan di jari, tangan, pundak, dan leher.

Peningkatan keluhan sakit ini sendiri diakibatkan adanya kesalahan postur dan intensitas permainan yang berlebihan.

Biasanya keluhan ini dimulai dari otot yang kaku karena terlalu sering terbebani, kemudian mulai nyeri, dan akhirnya menjadi rasa sakit yang berkepanjangan.

Tim Mobile Legends Kalbar Raih Emas di PON, Arief Beberkan Kiat Hilangkan Stigma Negatif E-Sports

Namun menurut Dr. Andi, ketegangan dan rasa nyeri atau sakit ini bisa dicegah dengan melakukan olahraga yang cukup. Minimal sering melakukan stretching supaya tubuh tidak kaku dan tegang dalam periode waktu lama.

“Setiap 30-60 menit permainan, pastikan gamers melakukan istirahat minimal selama 5 menit. Lakukan peregangan pada bagian dada, lengan, telapak tangan hingga jari. Selain itu, perhatikan postur tubuh ketika bermain dan jangan lupa selalu lakukan pemanasan."

Selain gerakan dan istirahat, pola hidup sehat juga tetap harus diperhatikan mulai dari olahraga hingga pola makan seimbang,” jelas Dr. Andi.

Tidak hanya bagian leher dan punggung, perihal kesehatan mata juga tidak boleh diabaikan, terutama bagi mereka yang cukup intens berada di depan layak, baik ponsel maupun komputer dan laptop. Pasalnya, masalah mata tidak hanya sekedar mata lelah atau nyeri, tetapi bisa berpotensi adanya gangguan penglihatan.

“Nah salah satunya caranya bisa dilakukan rules of 20 20 20. Setiap 20 menit kita bisa melihat pemandangan sejauh 20 feet atau 6 meter selama 20 detik, lalu baru main lagi supaya mata tidak jenuh."

Tampil di PON Berkat HP Pinjaman, Tim e-Sports Pinyuh Wakili Kalbar di PON XX Papua

"Pemain bisa juga menggunakan kacamata bluray (jenis kacamata membantu melindungi mata saat melihat layar ponsel). Dan salah satunya juga mengistirahatkan mata biar tidak terus menerus (di depan layar),” ucap Dr. Andi.

Para gamers juga harus waspada bila merasakan nyeri yang tidak hilang-hilang atau bertambah berat. Misalnya di beberapa kasus, awalnya mungkin terasa nyeri di bahu saja, tetapi lama-lama bisa jadi bahunya tidak bisa diangkat.

Hal tersebut menandakan adanya masalah serius pada badan dan wajib konsultasi ke dokter segera.

Ia juga menyinggung soal pemilihan kursi. Pastikan tinggi dan dudukan kursi nyaman dan perhatikan level mata dengan layar monitor. Kalau terlalu nunduk atau menengadah, bisa berpengaruh ke postur yang membahayakan. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved