Pemerintah Bakal Audit Seluruh Stadion yang Digunakan untuk Kompetisi Liga 1

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mengaudit seluruh stadion

Editor: Hamdan Darsani
Tribunnewswiki
Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, markas Arema FC tempat tragedi berdarah yang menewaskan lebih dari 130 orang pada 1 Oktober 2022. Pemerintah Bakal Audit Seluruh Stadion yang Digunakan untuk Kompetisi Liga 1 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Tragedi pilu yang terjadi di Stadion Kanjuruhan malang akan terus membekas bagi pecinta sepakbola di tanah air.

Perisitiwa tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk terus memperbaiki kualitas sepak bola.

Mulai dari personel pengamanan, kompetisi, pemain, supporter, asosiasi hingga kualitas venue yang ada.

Polisi Akui Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Malang Kedaluwarsa

Sehingga tragedi kemanusian yang menelan ratusan korban jiwa seperti di stadion kanjuruhan tidak terjadi lagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mengaudit seluruh stadion yang digunakan untuk kompetisi sepak bola.

Terkait perintah tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan saat ini Komisi Keandalan Bangunan Gedung tengah bekerja di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur sebagai upaya audit yang diinstruksikan Presiden.

Basuki menambahkan, Jokowi meminta audit Stadion Kanjuruhan dapat selesai pekan ini

Nantinya selesai audit stadion Kanjuruhan, audit akan dilanjutkan ke beberapa stadion sepakbola lain yang digunakan untuk kompetisi Liga 1, 2 dan 3 serta yang memiliki basis suporter besar.

"Jadi yang diminta oleh Pak Presiden lewat telepon, minggu ini selesai Kanjuruhan setelah itu baru yang lain-lainnya yang banyak suporternya. Yang dipakai Liga 1,2,3 yang banyak suporternya itu yang diprioritaskan," kata Basuki di Istana Negara, Jakarta, Selasa 11 Oktober 2022.

Rencananya, Basuki akan mengunjungi Stadion Kanjuruhan Kamis 13 Oktober 2022 pekan ini.

Adapun audit akan menyangkut mengenai keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

"Itu yang terutama yang auditnya. Kayak misalnya yang GBK [Gelora Bung Karno], waktu kita merehab GBK untuk Asian Games itu ada standarnya. 15 menit harus bisa kosong selamat, dengan kapasitas yang 80.000," jelasnya.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan audit baru nantinya akan dilakukan renovasi stadion sepakbola tersebut.

Sementara itu Ketua Komite Wasit Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Ahmad Riyadh berharap FIFA tak memberikan sanksi kepada Indonesia sebagai buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Insya Allah, kita berdoa FIFA enggak ngasih sanksi, karena ini adalah perbuatan lokal, bukan perbuatan masif dari pemerintah,” ujar Riyadh usai bertemu TGIPF Tragedi Kanjuruhan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa 11 Oktober 2022  

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved