Gubernur Sutarmidji Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Kalbar

Melihat kondisi daerah yang terdampak banjir di Kalbar, Gubernur Sutarmidji sudah menetapkan status bencana tanggap darurat di Kalbar.

Penulis: Anggita Putri | Editor: ruddy
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji resmi menetapkan status tanggap darurat banjir yang masih melanda wilayah Kalimantan Barat hingga Selasa 11 Oktober 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAKGubernur Sutarmidji telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir Kalbar.

Penetapan status tanggap darurat oleh Gubernur Sutarmidji untuk memudahkan penanganan di lapangan terutama menggerakan personel, peralatan dan menyalurkan bantuan.

Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel menjelaskan, sejauh ini sudah ada tujuh kabupaten kota di Kalbar yang  dilanda bencana banjir.

Banjir terparah melanda Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sintang. Hingga Selasa 11 Oktober 2022 banjir masih merendam ribuan rumah-rumah penduduk.

Dari tujuh kabupaten yang dilanda banjir maupun tanah longsor, ada empat daerah yang menetapkan status tanggap darudat bencana banjir, dan tanah longsor yakni Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, dan Melawi.

“Dari tujuh daerah yang dilanda banjir memang terparah di Kabupaten Sintang, dan Ketapang.  Sejauh ini kita sudah lakukan pendataan, namun sifatnya sementara,” kata Daniel saat Poadcast di Studio TribunPontianak.co.id membahas “BPBD Provinsi dalam Penanganan Bencana di Kalbar”.

Menurut Daniel, data yang diperloleh harus diverifikasi dengan baik karena kaitannya dengan penyaluran bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Melihat kondisi daerah yang terdampak banjir di Kalbar, Gubernur Sutarmidji sudah menetapkan status bencana tanggap darurat di Kalbar.

“Status tanggap darurat sangat penting untuk provinsi dan kabupaten untuk menggerakkan personil, peralatan dan menyerahkan bantuan ke daerah bencana,” ujarnya.

“Dengan  SK tanggap darudat ini kita punya cadangan pangan 200 ton di provinsi, dan kabupaten  kota ada 100 ton beras. Jadi bisa mereka keluarkan,” tambah Daniel.

SK Gubernur Sutarmidji ini juga sangat mempermudah koordinasi antar instansi terkait. Sebab terkait banjir bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua elemen.

“Langkah yang kita lakukan kemarin dengan terus melakukan kordinasi secara intensif dengan daerah dan mendorong melakukan penetapan status tanggap darurat," katanya.

"Sehingga dari 7 kabupaten kota, sudah 4 daerah di Kalbar yang menetapkan status tanggap darurat bencana,” tambah dia.

Dia menjelaskan, untuk menetapkan status darurat bencana memiliki kriteria khusus yakni dengan melihat kondisi bencana yang semakin meluas dan juga banyak warga yang terdampak.

12.374 KK dan 38.451 Jiwa di Kalbar Terdampak Banjir, Tertinggi di Desa Asam Jelai Capai 4 Meter

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved