Banjir di Serawai Sudah Surut, 2.901 KK Terdampak dan Siswa Diberi Dispensasi Tak Sekolah 2 Hari

Seperti diketahui bahwa bencana banjir mulai melanda daerah Serawai sejak 2 - 4 Oktober 2022, dengan kondisi terkini banjir sudah surut

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Polsek Serawai
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Serawai, Sintang, Kalimantan Barat, berangsur surut signifikan. Masyarakat terdampak mulai beraktivitas normal. Berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh Polsek Serawai, masih terdapat genangan air luapan sungai melawi di beberapa titik. Seperti di Desa Nanga Serawai 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Provinsi Kalimantan Barat, Daniel mengatakan bahwa kondisi banjir di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang sudah mulai surut.

Seperti diketahui bahwa bencana banjir mulai melanda daerah Serawai sejak 2 - 4 Oktober 2022, dengan kondisi terkini banjir sudah surut dan aktivitas warga sudah mulai kembali normal.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPBD Provinsi total ada 22 desa terdampak banjir di Kecamatan Serawai, dengan jumlah 2.901 KK, 9.499 jiwa. Sedangkan untuk fasilitas yang terdampak banjir sebanyak 2.536 rumah, jembatan/ tangga 12 buah, dan 9 rumah ibadah, serta gedung lainnya sebanyak 25 buah.

"Kondisi banjir di Kecamatan Serawai untuk pagi ini sudah surut, sehingga aktivitas masyarakat sudah berjalan normal,"ujar Daniel kepada Tribun Pontianak, Kamis 6 Oktober 2022.

Baca juga: Curi Pagar Besi di Makam Untuk Judi, Dua Pria di Kubu Raya Ditangkap Polisi

Dikatakannya bahwa BPBD Provinsi dalam penanganan bencana banjir tersebut terus melakukan kordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Sintang yang memang secara langsung berada di lokasi untuk melakukan upaya-upaya penanganan.

"Untuk sejauh ini mereka sudah melakukan penanganan banjir. Kita di Provinsi sifatnya kordinasi akan tetapi kalau banjirnya meluas kita akan gerakkan personil dan peralatan kesana, tapi sejauh ini masih bisa diatasi oleh daerah karena kondisi banjir sudah surut,"ujarnya.

Banjir mulai sejak 2 Oktober 2022 melanda Kecamatan Serawai, Daniel mengatakan untuk bantuan yang sudah disalurkan oleh Kabupaten hingga kecamatan dan lintas sektoral berupa sembako dan bahan kesehatan terutama untuk pemeriksaan kesehatan yang ada ditempat mereka.

"Karena walaupun kita sediakan tempat pengungsian tidak ditempati semuanya, sebab ada yang tetap tinggal dilantai dua rumah mereka yang tidak terkena banjir,"jelasnya.

Terkait fasilitas umum seperti sekolah yang terdampak dikatakannya jika kotor akan dilakukan pembersihan.

"Jadi kalau ada kerusakan pada fasum akan dikordinasikan oleh BPBD setempat,"ucapnya.

Dikonfirmasi Tribun Pontianak, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar yakni Rita Hastari mengatakan terkait banjir yang melanda Kecamatan Serawai tentu berdampak pada fasilitas umum diantaranya sekolah.

Dengan kondisi tersebut, Rita mengatakan bahwa anak-anak diberikan dispensasi selama dua hari.

"Jadi sekolah disana tidak libur, tapi kita berikan dispensasi 2 hari kepada anak-anak,"ucap Rita.

Adapun siswa yang terdampak banjir di Kabupaten Serawai sebanyak 40 anak pada 4-5 Oktober 2022. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved