Ada 3 Titik Rawan Kecelakaan di Sekadau, Pengendara Diimbau Waspada Ketika Musim Hujan
Tiga titik rawan kecelakaan itu masing-masing terbagi di tiga ruas jalan utama di Kabupaten Sekadau di antaranya, wilayah perbatasan antara Kabupaten
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kasat Lantas Kepolisian Resort Sekadau, IPTU Shofian ungkap ada tiga titik rawan kecelakaan di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Imbau pengendara berhati-hati saat melintas, Kamis 6 Oktober 2022.
Tiga titik rawan kecelakaan itu masing-masing terbagi di tiga ruas jalan utama di Kabupaten Sekadau di antaranya, wilayah perbatasan antara Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau seperti di Desa Peniti. Dimana kondisi beram yang sudah memakan badan jalan dan cukup membahayakan pengendara.
"Makan badan jalan ada yang 20-50 centimeter. Ada juga sampai 1 meter. Apabila musim kemarau tentu terlihat oleh pengendara, tapi kalau musim penghujan dan tergenang air tidak akan terlihat. Dipikir jalan mulus, ternyata berlubang. Kami sudah bersurat ke instansi terkait mengenai kondisi tersebut, " kata IPTU Shofian.
• Dipicu Cuaca Ekstrem, Tanah Longsor di Desa Pantok Sekadau Sebabkan 3 Keluarga Terdampak
Selanjutnya titik rawan kedua berada di jalan provinsi yang menghubungkan antara Kecamatan Sekadau Hilir menuju Kecamatan Sekadau Hulu, Manga Taman dan Nanga Mahap.
Dimana hampir sepanjang jalan tersebut memiliki lubang besar dan kondisi beram yang sudah masuk badan jalan. Kondisi tersebut juga sudah disampaikan kepada intansi terkait dan informasinya akan segera diperbaiki.
"Informasinya anggaran sudah ada, sudah ketok palu dan tinggal menunggu realisasi pengerjaan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan instansi terkait ini benar dilaksanakan dan bisa meminimalisir laka lantas, " harapnya.
Kemudian titik rawan kecelakaan ketiga berada di sepanjang jalur sutra yang melintasi Desa Tapang Semadak menuju ke Kabupaten Sintang. Kondisi jalan juga masih ada yang berlubang, ruas jalan yang kecil dan ada beberapa yang sedang dalam proses perbaikan.
Selain itu lokasi rawan bencana banjir juga ada, yakni di Jalan Merdeka Timur Kilometer 7 yang merupakan jalur penghubung satu-satunya menuju Kabupaten Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu. Lokasi tersebut menjadi rawan banjir karena berada di daratan rendah dengan drainase yang seringkali tersumbat. Sehingga menyebabkan seringnya terjadi banjir di badan jalan dan perumahan warga.
Meski terdapat beberapa ruas jalan yang rawan kecelakaan, IPTU Shofian menyebut selama operasi Zebra kapuas berlangsung sejak 3 Oktober 2022 belum ada kecelakaan lalu lintas yang terjadi, dan diharapkan tidak ada kecelakaan dikemudian hari.
(*)
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News