Pola Hidup Sehat
Makanan yang Harus Dihindari Penderita GERD
Penyakit GERD atau gastroesophageal reflux disease bukan lagi hal yang asing di telinga masyarakat Indonesia.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Penyakit GERD atau gastroesophageal reflux disease bukan lagi hal yang asing di telinga masyarakat Indonesia.
Dalam istilah awam, orang Indonesia kerap menyebut penyakit ini dengan maag atau asam lambung.
Merangkum laman Medical News Today dan University Hospital, berikut makanan yang bisa memicu gejala GERD:
1. Minuman berkafein
Penderita gangguan lambung atau GERD memang sangat dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi kafein agar tidak memperparah keadaan lambung.
Pasalnya, kafein bisa memicu produksi asam lambung. Kafein yang berlebihan juga dapat menyebabkan melonggarnya otot kerongkongan dan mengiritasi dinding lambung.
• Obati GERD dengan Jamu Kunyit, Hanya Ada Satu Resiko yang Terjadi
2. Soda
Minuman berkarbonasi seperti soda juga bisa merangsang naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan tekanan da rasa sakit pada perut.
3. Cokelat
Cokelat mengandung theobromine yang menyebabkan otot esophageal sphincter mengendur. Inilah yang membuat asam lambung naik hingga kerongkongan.
4. Makanan berkolesterol tinggi
Riset yang dipublikasikan dalam Alimentary Pharmacology and Therapeutics telah membuktikan efek kolesterol berlebih terhadap gejala GERD.
Studi membuktikan, orang yang mengonsumsi banyak makanan mengandung kolesterol dan asam lemak jenuh tinggi lebih mungkin mengalami gejala GERD.
Salah satu contoh makanan mengandung kolesterol dan lemak jenuh tinggi adalah daging merah.
• 4 Cara Atasi Gerd Secara Alami Tanpa Obat Perhatikan Langkahnya
Makanan untuk penderita GERD
Sebuah penelitian pada 2013 yang meneliti sekitar 500 penderita GERD membuktikan bahwa beberapa makanan tertentu dapat mengurangi frekuensi gejala penyakit ini. Berikut makanan tersebut:
- protein dari sumber rendah kolesterol, seperti salmon, almond, daging unggas tanpa lemak, kacang-kacangan, dan lentil
- karbohidrat tertentu yang terjadi pada buah-buahan, sayuran, kentang, dan beberapa biji-bijian
makanan kaya vitamin C seperti buah-buahan dan sayuran - buah-buahan yang kaya serat, magnesium, dan kalium, terutama berry, apel, pir, alpukat, melon, persik, dan pisang
- sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, kangkung, asparagus, dan kubis Brussel
Penelitian juga menunjukkan bahwa makanan tinggi serat, terutama serat larut, dapat membantu mengurangi gejala GERD. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kondisi-penyakit-gerd-atau-asam-lambung-yang-diderita-seseorang.jpg)