Pola Hidup Sehat
Berikut Hasil Riset Produk Susu yang Paling Baik untuk Lingkungan Kita
Pemenang lainnya dalam studi Oxford adalah susu gandum atau oatmilk. Susu ini sedang naik daun, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, susu almond menjadi primadona di antara susu nabati. Salah satunya karena susu almond lebih rendah kalori dan lemak dibanding susu sapi.
- Emisi: 0,14 kilogram
- Lahan: 0,1 meter persegi
- Air: 74,3 liter
Seperti yang dapat dilihat di atas, susu almond memang membutuhkan sedikit lahan dibandingkan susu-susu nabati lainnya. Namun, susu almond membutuhkan lebih banyak air dibandingkan susu nabati lainnya.
Saking banyaknya air yang dibutuhkan oleh almond, berbagai peneliti bahkan mengusulkan agar almond tidak diproduksi lagi.
Memenuhi permintaan global untuk susu almond juga menjadi kabar buruk bagi lebah.
Sebab, di Amerikat Serikat yang merupakan salah satu negara produsen almond, 70 persen lebah komersial diharuskan mempolinasi almond setiap musim semi. Akibatnya, sepertiga lebah mati pada akhir musim semi 2019.
Baca juga: Asam Lambung Naik, Obati dengan Segelas Susu Dingin Mampu Atasi Heartburn
Susu gandum
Pemenang lainnya dalam studi Oxford adalah susu gandum atau oatmilk. Susu ini sedang naik daun, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
Segelas susu gandum memiliki dampak lingkungan sebagai berikut:
- Emisi: 0,18 kilogram
- Lahan: 0,15 meter persegi
- Air: 9,6 liter
Susu gandum meraih nilai tinggi dalam setiap aspek keberlanjutan oleh peneliti Oxford.
Selain itu, gandum juga ditumbuhkan di wilayah dengan iklim yang lebih dingin, seperti Amerika Utara dan Kanada sehingga tidak diasosiasikan dengan deforestasi di negara-negara berkembang.
Namun, bukan berarti susu gandum tidak memiliki kekurangan. Gandum biasanya diproduksi secara massal sebagai tanaman monokultur yang ditumbuhkan berulang-ulang di tanah yang sama. Monokultur mengurangi biodiversitas serangga di ekosistem sekeliling dan meningkatkan munculnya hama dan tentunya penggunaan pestisida.
Di luar studi Oxford, berbagai penelitian juga mengungkapkan bahwa produksi gandum mungkin membutuhkan lebih banyak lahan dibanding kedelai dan almond. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News