Wakil Ketua DPRD Kalbar Angkat Bicara Tentang Tingginya Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Oleh karenanya Syarif Amin mengatakan bahwa perlu adanya evaluasi dari pihak kepolisian untuk mengatasi permasalahan ini.
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Kalbar Fraksi NasDem Syarif Amin Muhammad menanggapi terkait evaluasi Polda Kalbar tentang pelanggaran dan kecelakaan lalulintas sepanjang tahun 2022.
Terhitung sejak Januari hingga sekarang Polda Kalbar dan jajaran telah memberikan teguran kepada 31.414 pengendara di seluruh Kalbar, kemudian telah menilang lebih dari 7.000 pengendara kerabat berbagai pelanggaran lalu lintas.
Sepanjang tahun 2022 ini jumlah kecelakaan lalulintas di seluruh Kalbar berjumlah 853 kejadian, dengan korban meninggal mencapai 365 orang, 407 orang yang mengalami luka berat, dan 684 orang mengalami Lika ringan.
• Amin Muhammad Nilai Anies Baswedan Akan Dongkrak Elektabilitas Partai Nasdem di Kalbar
Oleh karenanya Syarif Amin mengatakan bahwa perlu adanya evaluasi dari pihak kepolisian untuk mengatasi permasalahan ini.
"Mungkin perlu juga di evaluasi, kan dulu ndak ada sanksi nih untuk pelanggar lalin, perlu di evaluasi juga itu harus di sanksi juga," ucapnya.
"Artinya kalau hanya diingatkan masyarakat ini tidak betul-betul patuh, tapi kalau ada sanksi denda mungkin mereka mikir juga melanggar aturan lalulintas," tambahnya.
Sementara untuk menekan tingginya angka korban jiwa akibat kecelakaan lalin politisi senior Partai NasDem ini meminta agar adanya peningkatan rambu-rambu dan fasilitas lalulintas untuk memberikan keamanan bagi seluruh pengguna.
Selain itu ia juga meminta agar pos-pos pengamanan lalulintas diperketat, hal ini diharapkan untuk mengatasi tingginya angka pelanggaran lalulintas oleh masyarakat, yang juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalulintas tersebut.
"Mungkin juga pertimbangan lainnya kayak rambu-rambu lalulintas, kayak juga mungkin pos-pos polisi, perlu juga itu dipertimbangkan untuk di sempurnakan lah, ditingkatkan lah gitu," ucapnya.
"Karena jujur saja masyarakat itu kalau sudah liat polisi pakai pakaian seragam itu mereka untuk melanggar aturan mereka berpikir, tapi kalau ndak kayak gitu kadang-kadang mereka semau-maunya mereka, lampu merah ditabraknya kadang-kadang .Jangan jauh-jauh lah, di Kota Pontianak jak ada Daerah tertentu yang memang itu kadang-kadang di terobos semua," tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News