Lokal Populer

Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi Pimpin Operasi Pekat di Sambas

Fahrur Rofi menambahkan, bukan hanya masalah hukum namun ini masalah kemanusiaan yang telah direnggut oleh narkoba dan kekerasan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Kodim Sambas
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi dan jajaran Forkopimda Sambas merazia sejumlah tempat untuk mengentaskan penyakit masyarakat dan peredaran narkoba, Rabu 28 September 2022 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Forkopimda Kabupaten Sambas, bersama dengan tim gabungan dari unsur Kodim 1208/Sambas, Polres Sambas, BNN Singkawang, Satpol PP Kabupaten Sambas, Kepala Desa se-Kecamatan Sambas, dan Perangkat Desa melaksanakan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) Rabu 28 September 2022 malam.

Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi, S.I.P., M.H.S.C mengatakan, operasi malam atau pekat merupakan langkah yang luar biasa untuk mengatasi penyakit masyarakat dan peredaran narkoba.

Fahrur Rofi menambahkan, bukan hanya masalah hukum namun ini masalah kemanusiaan yang telah direnggut oleh narkoba dan kekerasan.

"Malam tadi kita nyatakan perang terhadap narkoba, kekerasan terhadap anak dan pencabulan yang menjadi kasus kriminal tertinggi di wilayah Kabupaten Sambas, dalam pelaksanaan pekat malam ini tetap mengedepankan sikap yang humanis kepada masyarakat," tuturnya, Kamis 29 September 2022.

Cegah Kekerasan Terhadap Anak Melalui Peraturan Desa Perlindungan Anak Berbasis Adat di Sambas

Sementara itu, Dandim 1208/Sambas, Letkol Dadang Armada Sari S.I.P., mengatakan kehadiran personil Kodim 1208/Sambas adalah bentuk sinergitas tiga pilar. "Kami bersinergi dalam menjaga situasi Sambas tetap aman dan kondusif," jelasnya.

Letkol Dadang Armada Sari S.I.P mengungkapkan, razia ini dilakukan dalam rangka tindak lanjut informasi serta laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas yang meresahkan warga.

"Tindak lanjut dari laporan warga terkait maraknya aktivitas yang meresahkan warga karena mengganggu ketentraman dan ketertiban umum serta pengabaian dalam menjalankan nilai-nilai atau norma agama," tuturnya.

Terjaring Razia

Sebanyak 80 orang terjaring Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dipimpin Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, S.IP.,MH.Sc di sejumlah tempat di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu 28 September 2022 malam.

Dari 80 orang terjaring itu, sebagian tidak memiliki identitas bahkan masih di bawah umur. Selain itu, banyak pula ditemukan pasangan di luar nikah, dalam kamar penginapan.

KMKS Gelar Latihan Menulis, Mahasiswa Perbatasan di Sambas Suarakan Potensi Daerah Melalui Tulisan

Wabup Fahrur Rofi secara tegas memberikan sanksi berat dan mencabut perizinan penginapan-penginapan yang menampung anak-anak di bawah umur dan pasangan tidak menikah yang ditemukan dalam satu kamar.

"Total semua yang terjaring dalam operasi pekat sekitar 80 orang, ada yang tidak punya identitas dan ada yang di bawah umur. Kita juga terapkan sanksi berat juga kepada penginapan-penginapan tersebut yang menampung penghuni-penguhuni pelaku tindak penyimpangan," ucapnya Kamis 29 September 2022.

Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, beserta jajaran Polres Sambas, Kodim 1208 Sambas, Kejari Sambas, BNN Kota Singkawang, MUI Kabupaten Sambas dan OPD terkait menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di lima desa, di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Rabu 28 September 2022 malam. 

Fahrur Rofi, mengatakan bahwa Pemda Sambas melakukan operasi pekat tersebut secara gabungan. Hasil operasi tersebut ditemukan tindakan asusila yang mana banyak pasangan belum menikah didapati di dalam kamar penginapan.

Lebih miris terdapat anak-anak di bawah umur yang juga ikut terjaring. 

"Saya bersama tim gabungan bersama dengan Polres, Kodim, Kejaksaan, BNN Kota Singkawang, MUI Kabupaten Sambas dan OPD terkait melakukan razia operasi penyakit masyarakat di malam hari di 5 titik desa yang ada di Kecamatan Sambas. Alhamdulillah pada operasi tersebut kenakalan-kenakalan yang ditemukan yaitu tindakan asusila," ujarnya.

Pihaknya menjaring pasangan-pasangan yang tidak menikah itu di dalam kamar sejumlah penginapan yang ada di kota Sambas.

"Kita dapati juga beberapa orang anak-anak di bawah umur yang ikut terjaring," terang Fahrur Rofi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved