Semangat Inovasi Kekinian Pemasyarakatan di Kalbar

berdasarkan surat edaran Dirjen Pemasyarakatan tentang layanan kunjungan tatap muka dan kegiatan pembinaan.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Firdaus
Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham kalbar Ika Yusanti, Kepala Balai Pemasyarakatan Pontianak Iwan Darmawan, dan Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak Sumaryo ketika mengikuti Tribun Pontianak Official Podcast. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tribun Pontianak Podcast kembali melangsungkan dialog bersama pemateri-pemateri hebat dan informatif untuk masyarakat Kalimantan Barat, Rabu, 28 September 2022.

Di podcast kali ini dengan tajuk inovasi kekinian pemasyarakatan, Tribun Pontianak kedatangan Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham kalbar Ika Yusanti, Kepala Balai Pemasyarakatan Pontianak Iwan Darmawan, dan Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak Sumaryo.

Ika Yusanti menjelaskan sejak 11 Juli 2022 kemarin, Lapas, dan Rutan yang ada di Kalbar telah membuka kembali layanan besuk tatap muka, setelah sebelumnya kurang lebih 2 tahun hanya melalui daring.

"Kenapa kami dirjen lapas menutup layanan tatap muka, karena kami melindungi memberikan keselamatan bagi warga binaan, penghuni lapas dari terpaparnya virus dari pengunjung," ucapnya.

CUACA Pontianak Besok Jumat 30 September 2022 Lengkap Cuaca Seluruh Kalbar Waspada Cuaca Ekstrem

Oleh karenanya, berdasarkan surat edaran Dirjen Pemasyarakatan tentang layanan kunjungan tatap muka dan kegiatan pembinaan. 

Maka dibuatlah sebuah inovasi kekinian pemasyarakatan di seluruh Indonesia termasuk di Kalbar.

Yang mana nantinya diharapkan bisa tetap menyambung silaturahmi keluarga dengan warga binaan.

Dan sembari tetap melindungi warga binaan dari paparan Covid-19.

"Awalnya memang ada keluarga yang protes karena tidak bisa masuk dan bertemu langsung. Namun seiring dengan berjalannya waktu keluarga dan warga binaan sudah mulai terbiasa dengan metode ini, dan Alhamdulillah sudah lancar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II A Pontianak, Sumaryo mengatakan sebelum ditetapkan program itu mereka lebih dahulu melakukan sosialisasi kepada keluarga warga binaan.

Kata dia, mereka juga membuka layanan penitipan barang berupa makanan dari keluarga untuk warga binaan.

"Kami juga menyampaikan akan dibuka, namun dengan syarat misalnya booster. Selain itu, kami juga mensosialisasikan melalui media sosial kami sehingga bisa di pantau oleh masyarakat dan khususnya keluarga," tuturnya.

Namun demikian kata dia, semuanya masih berjalan dengan lancar.

Selanjutnya, untuk menindaklanjuti atensi dari pimpinan dan tingginya minat masyarakat untuk berkunjung, mereka melakukan beberapa hal seperti menyiapkan vaksin booster hingga alat Rapid Test untuk pengunjung yang tetap ingin berkunjung.

Saat ini, mereka sudah membuka layanan kunjungan hanya saja waktu dan hatinya mereka batasi.

"Waktunya kita batasi, mulai dari Senin, Rabu dan Sabtu. Pada pukul 09.00 sampai pukul 11 siang," tegasnya.

Untuk waktu kunjungan untuk setiap pengunjung kata dia juga hanya 30 menit untuk satu warga binaan, dan maksimal membawa tiga anggota keluarga.

"Pembatasan ini karena ruang kita juga terbatas, dan memberikan waktu juga untuk warga binaan dan keluarga lainnya yang ingin berkunjung. Sehingga setiap warga binaan yang menerima kunjungan hanya dibatasi 30 menit," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved