Breaking News:

Petugas Kesehatan Sambas Intens Berikan Sosialisasi Tentang Penularan Rabies ke Masyarakat

Hermawan menjelaskan, antisipasi penularan rabies dengan memberikan sosialisasi rabies ke masyarakat. Mengedukasi masyarakat untuk mengenali gejala ra

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas Keswan DPPKH Kabupaten Sambas Hermawan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Petugas Kesehatan Hewan Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Sambas Hermawan mengungkapkan sejumlah kiat terhindar dari rabies. 

Hermawan menjelaskan, antisipasi penularan rabies dengan memberikan sosialisasi rabies ke masyarakat. Mengedukasi masyarakat untuk mengenali gejala rabies.

"Bilamana ditemukan gejala rabies segera lakukan pengamanan dengan diikat atau dikurung, amati sampai dengan 14 hari. Bila Anjing Rabies itu mati segera lapor ke petugas," ucapnya Rabu 28 September 2022.

Bupati Satono Teken Deklarasi ODF, Minta Masyarakat Penakalan Sambas Tidak BAB Sembarangan

Ketika ditemukan kasus tersebut, lanjut dia, maka bakar anjing yang mati dengan gejala rabies lalu dikubur.

Dia menerangkan, apabila anjing rabies menggigit manusia, maka lakukan tatalaksana gigitan dengan mencuci bagian luka selama 15 menit dengan air mengalir.

Lalu diobati kemudian bawa ke puskesmas terdekat untuk memperoleh vaksin anti rabies.

"Sebagian besar penularan rabies terjadi lewat gigitan hewan penderita rabies," ucapnya. 

Dia mengatakan, gejala klinis hewan terjangkit rabies adalah takut air, takut cahaya, tiba-tiba menjadi galak dan agresif, ekor menekuk ke bawah perut, tubuh bergetar, air liur keluar berlebihan, dan menggigit apa saja di depannya.

"Untuk hewan penular rabies mesti divaksinasi sebagai pencegahan," katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved