Bupati Satono Teken Deklarasi ODF, Minta Masyarakat Penakalan Sambas Tidak BAB Sembarangan

Permintaan itu disampaikan Bupati Satono dan Gubernur Kalbar saat menghadiri deklarasi Open Defecating  Free (ODF) di Desa Penakalan.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sambas H Satono menghadiri deklarasi Open Defecating Free (ODF) di Desa Penakalan. Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan lembar komitmen bersama oleh Bupati, Gubernur dan masyarakat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Satono, dan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, kompak meminta masyarakat Desa Penakalan, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas untuk tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Permintaan itu disampaikan Bupati Satono dan Gubernur Kalbar saat menghadiri deklarasi Open Defecating  Free (ODF) di Desa Penakalan. Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan lembar komitmen bersama oleh Bupati, Gubernur dan masyarakat.

"Setelah deklarasi ini, jangan ada lagi yang BAB sembarangan. Sebenarnya kita sudah ketinggalan baru sekarang mendeklarasikan stop BAB sembarangan. Jauh-jauh hari agama kita sudah mengajarkan bahwa kebersihan itu adalah bagian dari iman," kata Bupati Satono, Rabu 28 September 2022.

KPU Kabupaten Sambas Usulkan 50 Miliar Anggaran Pilkada 2024

Bupati Satono mengatakan, dengan tidak BAB sembarangan, maka masyarakat Penakalan sudah berusaha menambah iman. Dengan menjaga kebersihan hidup, artinya masyarakat Penakalan ingin tubuhnya menjadi kuat dan sehat.

"Insha Allah di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat. Kalau tubuh kita kuat dan sehat, kita jadi mudah mencari nafkah untuk keluarga. Sekali lagi saya ingatkan, masyarakat Penakalan harus sama-sama menyadari agar tidak lagi BAB sembarangan. Tolong jaga komitmen itu," katanya.

Bupati Satono meminta masyarakat untuk bersinergi, bersatu padu membangun daerah.

Dengan keterbatasan yang ada, dia minta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pembangunan yang dilakukan bergilir demi Sambas Berkemajuan.

"Saya berpesan, karena Sambas ini luas, Bupati juga punya keterbatasan, mau bangun Sejangkung, di Selakau sudah teriak. Bangun di Selakau, di Jawai teriak, bangun di Jawai di Paloh teriak, jadi memang bukan karena lagu lama, tapi sabar-sabar saja, giliran. Insha Allah tidak akan luput dari perhatian," katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved