Jasa Raharja Rilis Data Trend Kecelakaan Lalulintas Darat maupun Air Menurun di Kalbar

Pada kesempatan wawancara bersama wartawan, ia mengungkapkan bahwa sejak Januari 2022 hingga senin 26 September kemarin, Jasa Raharja

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Hervanka Tri Dianto Kepala Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hervanka Tri Dianto Kepala Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak untuk membuka pendidikan dan pelatihan basic safety training (BST) Nahkoda dan ABK di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak. Selasa, 27 September 2022.

Pada kesempatan wawancara bersama wartawan, ia mengungkapkan bahwa sejak Januari 2022 hingga senin 26 September kemarin, Jasa Raharja telah mengeluarkan santunan kecelakaan Rp 2.4 triliun se-Indonesia.

"Dari Januari 2022 sampai hari 26 September 2022 santunan yang sudah kami berikan kepada masyarakat Rp 2.4 Triliun se-Indonesia," ucapnya. 27 September 2022.

"Santunan meninggal dunianya, hampir 60 persen dari Rp 2.4 Triliun itu untuk santunan meninggal dunia," jelasnya.

Sukses Tekan Inflasi, Pemprov Kalbar Terima Insentif Rp 10,83 Miliar dari Pemerintah Pusat

Ia mengatakan bahwa tingkat kecelakaan yang paling sering terjadi di seluruh Indonesia ini adalah kecelakaan darat.

"Tetap di darat ya karena, karena seluruh Indonesia kan jalur daratnya juga lebih tinggi ya," ucapnya.

Mengingat tingginya aktivitas transportasi air di Kalbar ini, Hervanka berharap tidak ada resiko kecelakaan yang tinggi di perairan.

Bahkan menurutnya sejauh perhatian Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait sangat tinggi untuk menjadi pelopor keselamatan lalulintas di perairan.

"Mudah-mudahan di Kalbar ini tidak terjadi resiko kecelakaan di perairan ya, karena kami melihat semua stakeholder yang terkait di Kalbar ini support dan turut serta menjadi pelopor keselamatan untuk lalulintas di perairan," ucapnya.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa, santunan kecelakaan di Kalbar ini masih cukup rendah dibandingkan Provinsi lain.

Ini menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan di Kalbar ini baik di perairan maupun darat cukup rendah dari Provinsi lain.

"Di Kalbar ini relatif lebih rendah dari yang lain, kalau kita melihat semua stakeholder termasuk masyarakat juga perduli lah terhadap keselamatan berlalulintas," ucapnya.

Bahkan saat ini santunan kecelakaan untuk kecelakaan di Kalbar juga terjadi penurunan dari sebelumnya, yang juga berarti trend kecelakaan di Kalbar kini saat ini telah mengalami penurunan.

"Trendnya untuk dibandingkan bulan lalu ya, menurun, tapi melihat dengan kondisi tahun 2019, sama. Karena normalnya kan 2019 ya, 2020, 2021 kan masih masa pandemi," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved