Breaking News:

Dishub Kalbar Perpanjang Pembatasan Operasional Kendaraan Angkutan Barang di Jembatan Kapuas II

Hal ini harus dilakukan mengingat padatnya lalu lintas di Jembatan Kapuas 2 ini pada jam-jam sibuk. Demi menjamin keselamatan para pengguna jalan

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/FERLIANUS TEDI YAHYA
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Y. Anthonius Rawing saat ditemui di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan, Selasa 20 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejak Senin 26 September 2022 Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat telah resmi menerapkan uji coba tahap kedua pembatasan operasional angkutan barang di Jembatan Kapuas 2 Pontianak.

Uji coba tahap kedua ini akan diterapkan selama dua Minggu kedepan hingga tanggal 10 Oktober 2022.

Menanggapi hal itu saat diwawancarai wartawan paska menghadiri pembukaan diklat basic safety training (BST) Nahkoda dan ABK di SUPM Negeri Pontianak, Y Anthonius Rawing Kadishub Kalbar mengatakan bahwa itu dilakukan demi keselamatan semua pengguna jalan.

Satarudin Minta Pemkot Pontianak Blacklist Sporta Indonesia Sebagai Penyelenggara Pesona Kulminasi

"Pembatasan itu demi keselamatan dan kenyamanan semua warga yang melewati jembatan Kapuas 2," ucapnya. Selasa, 27 September 2022.

"Ini tahap uji coba memang, supaya kita tahu nanti merevisi regulasi terkait supaya lebih mendekati hal yan betul-betul diperlukan," terangnya.

Hal ini harus dilakukan mengingat padatnya lalu lintas di Jembatan Kapuas 2 ini pada jam-jam sibuk. Demi menjamin keselamatan para pengguna jalan dan menekan terjadinya kecelakaan lalulintas.

"Itu harus dilaksanakan mengingat pada jam-jam sibuk para pihak, anak pelajar, orang kantor, akan banyak berlalulintas disitu," ucapnya.

Oleh karenanya, kendaraan angkutan-angkutan berukuran besar harus mengalah sementara waktu hingga jam-jam sibuk selesai.

"Jadi untuk angkutan besar truk yang 20 feet ke atas tonasenya itu mengalah, untuk waktu setelah jam sibuk selesai," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa pada ujicoba pertama aturan pembatasan ini telah sukses diterapkan, dan saat ini dilakukan ujicoba tahap kedua.

Meskipun ada sedikit protes datang ke pihaknya, menurutnya itu tidak masalah dan ia menerimanya sebagai bahan evaluasi kedepan.

"Itu sudah 2 Minggu, dijalankan tahap kedua, sukses, saya lihat sukses tidak ada permasalahan. Memang ada protes kecil-kecilan itu tidak masalah," ucapnya.

"Yang jelas itu proses edukasi untuk semua pihak ya, jembatan itu kan dibangun untuk semua, bukan hanya untuk truk, bis, tapi juga sampai pejalan kaki kan, semuanya perlu ketertiban, kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan pastinya," jelasnya.

Ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan ini akan diterapkan dalam jangka waktu yang cukup lama, ia mengatakan bahwa mungkin saja itu akan terus berlangsung.

Apalagi saat ini sedang proses pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas 1, tentunya aktivitas Jembatan Kapuas 2 akan semakin tinggi.

"Oh iya so pasti diterapkan, karena pada jam-jam sibuk jangan sampai menjadi krowdid karena sementara ini kan kembali itu hanya satu-satunya yang keluar masuk Kota Pontianak, sementara Jembatan Kapuas 1 sedang berproses untuk duplikasi," ucapnya.

Oleh karenanya sepanjang kondisi aktivitas lalulintas di Jembatan Kapuas 2 masih tinggi, maka menurutnya pengaturan harus tetap diterapkan.

"Nah sepanjang kondisi masih sangat padat, pengaturan harus tetap ada supaya semua pihak yang menggunakan fasilitas itu bisa nyaman, dan yang jelas faktor keselamatan yang kita utamakan," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved