BPS Kalbar Beberkan Lima Komoditi Berkontribusi Sumbang Kemiskinan di Perkotaan

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Moh Wahyu Yulianto menjelaskan adapun pendekatan kemiskinan makro BPS itu konsumsi

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Maskartini
Kepala BPS Kalbar, Moh Wahyu Yulianto. 

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), data yang ada menunjukkan peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan
makanan. 

Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2022 sebesar 76,36 persen. Pada Maret 2022, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. 

"Beras masih memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 19,19 persen di perkotaan dan 24,68 persen di perdesaan. Lima komoditi pemberi sumbangan besar terhadap garis kemiskinan perkotaan di Kalbar antara lain beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras dan mie instan," ujarnya. 

Jika dibandingkan dengan September 2021, pada Maret 2022 ini komoditi mie instan telah menggeser komoditi kembung. Data yang ada menunjukkan rokok menjadi komoditi yang juga menjadi penyumbang kemiskinan di pedesaan.

"Di perdesaan lima kontributor utama komoditi penyusun GK meliputi beras, rokok kretek filter, telur ayam ras daging ayam ras, dan gula pasir," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved