Satarudin Mengaku Geram Pemberlakuan Tarif 'Mahal' dalam Event Pesona Kulminasi di Pontianak

Satarudin yang juga sudah melihat tarif tiket untuk menonton sebuah konser, di Taman Alun Kapuas bertajuk Pesona Kulminasi itu tarifnya mencapai

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK/ Muhammad Rokib
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menyatakan kegeramannya, lantaran banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait dengan adanya tarif tiket masuk pada rangkaian kegiatan pesona kulminasi di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

"Acara Pesona Kulminasi itu kegiatan Pemerintah Kota Pontianak. Tetapi saya banyak mendapat keluhan dari masyarakat soal pungutan tarif tiket masuk. Harganya juga mahal," ujarnya.

"Ini EO nya siapa, mau cari untung dengan menyemat Kulminasi sebagai kegiatan tahunan Pemkot," ungkapnya pada Minggu 25 September 2022.

Satarudin yang juga sudah melihat tarif tiket untuk menonton sebuah konser, di Taman Alun Kapuas bertajuk Pesona Kulminasi itu tarifnya mencapai Rp 80 hingga Rp300 ribu.

Peringatan World Cleanup Day di Pontianak, Momentum Kelola Sampah Lebih Produktif

"Seharusnya kalau Pemerintah Kota Pontianak mengundang artis ibu kota, semestinya masyarakat dapat menikmatinya dengan gratis. Tapi ini justru masyarakat  membayar tiket yang lumayan mahal untuk menyaksikan konser dari artis ibu kota," jelasnya.

Satarudin pun menerangkan, bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Disporapar Kota Pontianak untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut. 

"Kita akan membedah detail, alokasi anggaran buat kegiatan Pesona Titik Kulminasi ini. Kalau alokasi anggarannya sudah terplot, kenapa justru ada tarif ini dan itu lagi," timpalnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kota Pontianak Lutfi minta pelaksana yang ditunjuk oleh Pemkot Pontianak agar tidak mencari keuntungan sendiri.

"Jangan mencari untung dengan memanfaatkan momentum Titik Kulminasi. Kalau mau acara komersil buat acara yang lain. Jangan numpang di acara Pemkot," tegas Legislatif muda ini.

"Pemerintah Kota Pontianak ingin memberikan hiburan pada masyarakat dengan tidak dipungut biaya. Apalagi pelaksanaannya di Taman Alun Kapuas, dimana lokasi tersebut dibangun melalui APBD Pontianak," ujarnya.

"Tapi kenyataan acara tersebut diberikan ke EO dan untuk menonton acara tersebut mesti bayar. Maka kami akan minta penjelasan dengan Wali Kota, ihwal acara ini. Kenapa acara Titik Kulminasi jadi dikomersilkan," ujarnya.

Tidak hanya itu, salah satu warga warga juga mengkritisi hal tersebut.

"Berbagai acara yang diminati warga ternyata berbayar. Seperti Fun Run, Fun Bike yang dipatok tarif ratusan ribu. Sepertinya tak cuma tiket masuk ke kawasan festival kulminasi yang berbayar, acara yang lain juga sudah menerapkan biaya pendaftaran yang mahal untuk ukuran kita," kata Agustono yang juga merupakan seorang seniman.

Dadang yang merupakan seorang pendidik di PTN Pontianak mengatakan, seharusnya tidak perlu berbayar untuk memasuki kawasan festival kulminasi, karena hanya ingin melihat pameran produk atau lainnya seperti konser musik, karena itu semua adalah agenda pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan hiburan kepada rakyat.

"Ini semua demi hiburan untuk rakyat, dan bertujuan mengundang daya tarik pihak diluar warga Pontianak, atau Kalbar, mengapa harus ada bayar segala," tukasnya.

Secara terpisah, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bahwa kegiatan Pesona Kulminasi ini dilaksanakan oleh EO. 

Menurut dia, adanya pungutan tarif untuk setiap kegiatannya, tentu akan menjadi bahan evaluasi Pemkot Pontianak agar ke depan event ini berjalan dengan baik. 

"Kalau untuk kegiatan yang menyangkut HUT Kota Pontianak saya pastikan itu gratis," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved