Wujudkan Media Ramah Anak, Dinsos P3AKB Sanggau Diskusi Bersama Wartawan

"Karena anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari pemberitaan negatif agar dapat tumbuh dan berkembang dengan wajar,"katanya.

TRIBUNPONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Suasana ketika Dinsos P3AKB) Sanggau menggelar rapat bersama wartawan dari berbagai media yang ada di Kabupaten Sanggau, Kalbar, di Bakmie Raos Resto dan Cafe Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat 23 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Sanggau menggelar rapat bersama wartawan dari berbagai media yang ada di Kabupaten Sanggau, Kalbar, di Bakmie Raos Resto dan Cafe Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat 23 September 2022.

"Hari ini kami bersama rekan-rekan media menggelar rapat penguatan jejaring perlindungan khusus anak di Kabupaten Sanggau, dalam rangka mewujudkan media massa ramah anak, karena peran tumbuh kembang anak itu bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah tetapi kita semua, termasuklah media massa,"kata Kepala Bidang perlindungan anak Dinsos P3AKB Sanggau, Herlina Rita didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda, Pratiningsih, Jumat 23 September 2022.

Berdasarkan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, media massa turut serta memberikan perlindungan bagi anak.

"Karena anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari pemberitaan negatif agar dapat tumbuh dan berkembang dengan wajar,"katanya.

Sekda Sanggau Buka Rakor Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat dan Forum Kabupaten Sehat

"Harapan kami dukungan dari media untuk mewujudkan pemberitaan yang ramah anak. Dengan dukungan rekan-rekan media ini nantinya anak-anak kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,"tambahnya.

Herlina menjelaskan, berdasarkan hasil diskusi dengan media massa di Sanggau disepakati akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menjadi pedoman atau acuan untuk pemberitaan tentang anak.

"Kami bersepakat membuat semacam draf pedoman pemberitaan tentang anak yang mengacu pada kesepakatan antara Dewan Pers dengan KPPPA. Draf kesepakatan itu nanti akan kami bahas bersama rekan-rekan media dipertemuan berikutnya,"jelasnya.

Setelah disepakati, lanjutnya, draf itu nanti jadi pedoman atau acuan bagi rekan-rekan media menulis berita yang menyangkut anak. Terutama berita anak yang berhadapan dengan hukum, baik anak sebagai saksi, anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved