WASPADA Sembarangan Minum Air saat Naik Pesawat, Ini Risiko yang Terjadi

Jangan sembarangan meminum minuman saat melakukan perjalanan udara naik pesawat karena ada risiko serta efek samping yang ditimbulkan.

Editor: Rizky Zulham
Shutterstock/Bignai
Ilustrasi pramugari menyajikan minuman di dalam pesawat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jangan sembarangan meminum minuman saat melakukan perjalanan udara naik pesawat karena ada risiko serta efek samping yang ditimbulkan.

Saat naik pesawat, para penumpang bisa menikmati aneka minuman yang telah disediakan, di antaranya kopi dan teh.

Namun, pada Desember 2021 lalu, beredar sebuah video di TikTok tentang seorang pramugari, Kat Kamalani, yang menganjurkan penumpang pesawat untuk menghindari minum minuman tanpa kemasan.

Video tersebut bertajuk Do Not Eat These Things on An Airplane atau jangan konsumsi makanan/minuman ini di pesawat.

"Aturan nomor satu, jangan pernah mengonsumsi minuman apa pun yang tidak di dalam kaleng atau botol," ujar Kamalani dalam videonya.

Tips Naik Pesawat Agar Proses Check In Cepat dan Tepat Waktu Penerbangan

Menurutnya, tangki air di pesawat tidak pernah dibersihkan.

Sebagian besar awak kabin juga jarang minum kopi atau teh saat di pesawat, lantaran airnya berasal dari mesin pembuat kopi yang sama yang jarang dibersihkan kecuali jika rusak.

Terkait hal itu, terdapat sebuah kajian pada tahun 2019 tentang air di maskapai penerbangan. Kajian tersebut dilakukan oleh Hunter College NYC Food Policy Center di City University of New York dan situs web kesehatan DietDetective.com.

Mereka melakukan analisis air minum di 11 maskapai penerbangan besar dan 12 maskapai penerbangan regional di Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari kajian tersebut, antara satu maskapai dengan yang lain memiliki kualitas air minum yang berbeda.

Namun, banyak maskapai penerbangan yang mungkin menyediakan air yang tidak sehat untuk penumpang.

Setiap maskapai penerbangan diberikan water health score atau skor kesehatan air dari yang tertinggi (lima) hingga terendah (nol) berdasarkan 10 kriteria, di antaranya ukuran pesawat dan kandungan bakteri E. coli.

Maskapai penerbangan yang mendapat skor tiga atau lebih menunjukkan bahwa air yang diberikan relatif aman dan bersih.

Grafik Penumpang Pesawat Naik, Keungan Garuda Diprediksi Membaik

Hasil kajian tentang air minum di sejumlah maskapai penerbangan AS

Hasil dari kajian tersebut mengungkapkan, terdapat tujuh dari 10 maskapai penerbangan yang mendapat nilai di bawah tiga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved