Lokal Populer

Wapres Ma'ruf Amin Sebutkan Cara Membangun Saling Pengertian Antara Kelompok Agama

secara umum memang potensi konflik di Indonesia masih sangat besar, karena banyaknya agama di Indonesia, tetapi sejauh ini masih dapat dikendalikan

TRIBUNPONTIANAK/Tri Pandito Wibowo
Foto bersama Wapres saat Peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kong Zi ke 2573 di Pontianak Convention Centre, Jalan Sultan Abdurrahman No. 7-9 Akcaya, Kota Pontianak, Kamis 22 September 2022. 

Hal itu disampaikannya usai memberikan sambutan pada Peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kong Zi ke 2573  di Pontianak Convention Centre, Jalan Sultan Abdurrahman No. 7-9 Akcaya, Kota Pontianak, Kamis 22 September 2022.

Organisasi Keagamaan Diharapkan Dapat Menjadi Penggerak Roda Perekonomian Masyarakat

“Selamat atas terselenggaranya kegiatan ini (Peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kong Zi ke 2573) di Pontianak,” ujar Midji.

Dikatakannya, Pemprov Kalbar akan terus  memberikan keleluasaan kepada seluruh penganut agama yang ada di Kalbar.

“Masyarakat Tionghua yang menganut agama Kong Hu Cu di Kalbar sebanyak 8,6 persen dari penduduk Kalbar,”ungkapnya.

Selain itu, ditingkat pendidikan sekolah lanjutan atas tersedia lebih dari 68 guru agama Kong Hu Cu di Kalbar.

“Bahkan sekarang kelebihan 48 guru Kong Hu Cu, sehingga kasian juga gurunya tidak bisa sertifikasi “ujar Sutarmidji dihadapan Wapres dan tamu undangan.

Kemudian untuk perayaan-perayaan yang lainnya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatab Kong Hu Cu, dikatakannya Pemprov Kalbar tentu memberikan keleluasaan.

Bahkan Pontianak menjadi kota Pertama di Kalbar, ketika tahun 1998 mencatatkan dan mengizinkan atau memberikan kebebasan untuk mencatat status agama di KTP. 

“Saya harap semua agama yang diakui negara berdasarkan Undang-undang no 5 tahun 65 yakni terdapat enam agama yang harus kita hormati. Jadi kita jangan melihat kebelakangnya, tapi mari kedepan kita bangun Kalbar dengan keberagamanan etnisnya,”ujarnya.

Di tempat yang sama Ketua Panitia, Yo Nguan Cua juga turut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wapres dan dukungan Pemprov Kalbar dalam acara tersebut. 

“Ini merupakan bukti dukungan  pemerintah terhadap warga Kong Hu Cu, juga dari warga Kalbar. Semoga kita hidup dalam persaudaraan sesuai dengan tema acara,”ujarnya. 

Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pimpinan Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Budi S. Tanuwibowo  menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah terutama Wapres RI, Menko PMK, Gubernur Kalbar yang audah hadir. 

Ia mengatakan setiap mengenang kelahiran tokoh-tokoh besar, sebaiknya tidak sekedar merayakan ulang tahunnya, tetapi  juga mengkaji dan menyelami kembali jalan pikiran dan jejak langkah sang tokoh. 

“Demikian juga ketika kita mengenang Kongzi, seorang Nabi Agung, nabi terakhir dalam agama Ru atau Khonghucu, yang juga dikenal sebagai filsuf agung dari Timur,”ujarnya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved