Munsif Sebut Masyarakat Bisa Pilih Konsumsi Daging Impor dari India, Australia dan New Zealand

Munsif mengatakan Kalbar belum pernah secara langsung memasukkan ternak (sapi) impor dari Luar Negeri karena kendala persyaratan instalasi karantina

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Munsif mengatakan Kalbar belum pernah secara langsung memasukkan ternak (sapi) impor dari Luar Negeri karena kendala persyaratan instalasi karantina hewan yang belum memadai. 

"Tapi pemasukan daging beku impor cukup banyak baik asal india (daging kerbau), australia dan zew zealand (daging sapi) serta brazil meskipun pemasukannya via jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Munsif mengakui minimnya ketersediaan daging sapi merupakan dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Gubernur Sutarmidji Pastikan Stok Daging di Pasar Masih Stabil dan Tersedia

Pasokan ternak ke Kalbar sampai akhir Agustus di larang dengan alasan apapun. Namun via SE 06 Satgas PMK pusat, sudah diberikan ruang sedikit, yakni memasukkan hanya untuk dipotong langsung di RPH.

Ia mengatakan Kalbar sudah zero PMK atau tidak ada kasus aktif dan tidak ada kasus baru.

Tetapi untuk dinyatakan wilayah bebas, harus dibuktikan via hasil sirveilan sec reguler dengan hasil konsisten tidak ada kasus aktif atau kasus baru hingga 3 tahun lamanya.

Selain daging segar, masyarakat diakuinya masih punya banyak pilihan mendapat daging sapi segar atau daging kerbau beku yang sehat, higienis dan harga terjangkau. 

"Bisa beli dengan mudah di outlet ritel modern atau langsung ke distributor cold storage yang ada di Pontianak dan KKR.  Bisa juga belum kalau lagi ada bazar atau operasi pasar murah yang digelar oleh pemprov bekerjasama dengan pemkot/pemkab setempat masyarakat bisa dapat daging ayam, sapi, kerbau beku dengan harga yang cukup ekonomis," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved