Kawasan Tanpa Kumuh Kota Pontianak Hampir Capai Target Nasional 0 Persen

“Hampir tersebar di seluruh Kecamatan tetapi paling banyak di Pontianak Timur, Pontianak Utara, Pontianak Barat daerah-daerah yang dipinggiran sungai,

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD LUTHFI
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (Perkim) Kota Pontianak Derry Gunawan saat diwawancarai usai mengikuti pembukaan kegiatan “Pelatihan Vokasi Pemanfaatan dan Pemeliharaan Infrastruktur Kawasan Kota Pontianak” di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin, 19 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (Perkim) Kota Pontianak Derry Gunawan mengatakan bahwa secara nasional target kawasan tanpa kumuh yaitu 0 persen.

Di Kota Pontianak sendiri kata Derry kawasan tanpa kumuh saat ini sudah berada di bawah 1 persen.

“Kawasan tanpa kumuh kitakan secara nasional targetnya 0 persen. Kita ini sudah dibawah satu persen 0,4 persen. Jadi sudah hampir 0 persen,” ujarnya, usai mengikuti pembukaan kegiatan “Pelatihan Vokasi Pemanfaatan dan Pemeliharaan Infrastruktur Kawasan Kota Pontianak” di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin, 19 September 2022.

Lanjut Derry, 0,4 persen kawasan kumuh tersebut hampir tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kota Pontianak, khususnya daerah-daerah yang ada di tepian sungai.

“Hampir tersebar di seluruh Kecamatan tetapi paling banyak di Pontianak Timur, Pontianak Utara, Pontianak Barat daerah-daerah yang dipinggiran sungai,” ungkapnya.

Baca juga: Wali Kota Pontianak: Penanganan Kawasan Kumuh yang Sudah Terlihat Adalah Kawasan Teras Parit Nanas

Dijelaskan Derry, kedepan pihaknya (Pemerintah Kota) akan mengentaskan 0,4 persen kawasan-kawasan kumuh tersebut.

Namun tidak hanya itu, dijelaskan lagi oleh Derry Pemerintah Kota kedepannya selain melakukan penataan kawasan kumuh, juga akan memaksimalkan potensi-potensi yang ada.

Pasalnya, kawasan kumuh yang berada di tepian sungai memiliki nilai tambah dan sangat berpotensi dijadikan sebagai objek wisata.

“Misalnya parit nanas, PML kan menjadi objek wisata, mendawai, kampung arab di tanjug hilir, tambelan sampit. Itukan sebenarnya daerah kumuh tapi sebenarnya potensial, ditempat lain mungkin tidak banyak lokasinya seperti itu,” bebernya.

Lanjut Derry, “Termasuk di gang semut, nanti mau kita tata dijadikan dusun, nanti waterfrontnya sekalian di tata lingkungan sekitarnya di tata sehingga kumuhnya nanti hilang,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved