Tak Miliki Dokumen Resmi, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Amankan 50 Karung Kayu Getah Damar

"Setelah itu, Anggota Pos jaga Koki Balai Karangan melaksanakan pemeriksaan dan menanyakan kelengkapan surat jalan dan dokumen resmi lainnya, akan tet

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Satgas Pamtas
Penyerahan kayu getah damar oleh personil Pos Koki Balai Karangan Satgas Pamtas Yonif 645/Gty kepada Polhut Sanggau, Kalbar, Kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Untuk mencegah peredaran barang-barang Ilegal diperbatasan RI-Mly, Pos Koki Balai Karangan Satgas Pamtas Yonif 645/Gty melakukan kegiatan sweeping dan berhasil menggagalkan dan mengamankan kayu getah damar kurang lebih 50 karung tanpa adanya dokumen resmi di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar, kemarin.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY Letkol Inf Hudallah mengatakan bahwa Satgas Pamtas Yonif 645/Gty melakukan sweeping untuk mencegah kegiatan ilegal maupun peredaran barang terlarang lainnya.

"Kejadian bermula ketika empat Anggota Personil Pos Koki Balai Karangan dipimpin Serka Jainal Abidin melaksanakan jaga dalduk di Pos Jaga Balai Karangan. Kemudian personil pos jaga melihat Mobil Pickup warna hitam, kemudian menghentikan dan menanyakan barang yang di bawa,"katanya, Minggu 18 September 2022.

Setelah diperiksa personil pos jaga terungkaplah barang yang ada dalam mobil pickup tersebut yaitu kayu getah damar sebanyak kurang lebih 50 karung.

Prajurit Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Bantu Menandu Warga yang Sakit di Perbatasan

"Setelah itu, Anggota Pos jaga Koki Balai Karangan melaksanakan pemeriksaan dan menanyakan kelengkapan surat jalan dan dokumen resmi lainnya, akan tetapi NS (Sopir pickup) tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat jalan dan dokumen resmi kayu getah damar tersebut,"tuturnya.

Selanjutnya NS beserta kayu getah damar tersebut dibawa ke Pos Koki Balai Karangan untuk dimintai keterangan. Dari hasil interogasi yang dilakukan pihak personil Satgas, NS disuruh oleh temannya, IKS untuk membawa kayu getah damar dari Balai Karangan menuju Pontianak dengan imbalan Rp 600 ribu per kilo dan NS tidak mengetahui pemilik kayu getah damar tersebut.

Kemudian setelah dilaporkan secara berjenjang dari mulai Dan SSK 4 Pos Koki Balai Karangan dan kepada Dansatgas, kemudian Dansatgas memerintahkan untuk menyerahkan NS dengan barang bukti kepada Polhut Sanggau. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved