Pemilu 2024

Hadir Saat Rapimnas Demokrat, SBY : Ada Tanda-Tanda Pemilu 2024 Tidak Jujur dan Adil!

Hal itu disampaikannya lantaran banyaknya permintaan dari para kader Demokrat yang memintanya untuk hadir dalam Rapimnas tersebut.

Kolase Tangkap Layar Kompas TV
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buka suara atas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diselenggarakan di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat 5 Maret 2021. Moeldoko jadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB, SBY: Perebutan Kepemimpinan yang Tidak Terpuji, Jumat 5 Maret 2021.-Hadir dalam Rapimnas Demokrat di JCC 16 September 2022 Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menyebut jika dirinya harus turun langsung dan menilai bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 tidak berlangsung jujur dan Adil. 

TRIBUPONTIANAK.CO.ID - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) turut hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional ( Rapimnas ) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center. Jakarta.

Pada kesempatan tersebut SBY mengungkap jika terdapat tanda-tanda Pemilu 2024 berlangsung tidak jujur.

Hal itu disampaikannya lantaran banyaknya permintaan dari para kader Demokrat yang memintanya untuk hadir dalam Rapimnas tersebut.

SBY menyampaikan alasan para kader memintanya untuk datang dikarenakan adanya rasa khawatir jalannya pemilu tahun 2024 mendatang berlangsung tidak jujur.

"Para kader mengapa saya harus turun gunung menghadapai Pemilu 2024 mendatang. Saya mendengar mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY dikutip dari Tribunnews.com

Tahapan Pemilu 2024, Jika Demokrat Menang AHY Jamin Kebebasan Berekspresi!

SBY menyampaikan ada pihak-pihak yang menginginkan jika Pilpres 2024 mendatang diikuti oleh dua pasang Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden saja, sementara itu SBY enggan menyebutkan pihak mana yang dia maksudkan.

"Konon, akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," ujarnya.

Hal inilah yang kemudian menjadi alasan SBY harus turun untuk memberikan dukungan terhadap para kader Demokrat, Lebih lanjut SBY menuturkan jika ada informasi yang ia dapatkan terkait posisi Demokrat yang merupakan Oposisi tidak bisa mengajukan Capres di Pemilu mendatang.

"Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan Capres - cawapresnya sendiri bersama koalisi tentunya. Jahat bukan? Menginjak hak-hak rakyat bukan?" tanya SBY kepada ribuan kader Demokrat.

Pernyataan itu disampaikan SBY dalam hal ini bukan hanya Demokrat yang menjadi korban akan tetapi juga para konsituen, mengingat pemilu dan memilih pemimpin merupakan hak untuk semua orang.

Rapimnas Partai Demokrat Satu Suara Dukung AHY Jadi Kontestan Pilpres 2024

Sebab, kata dia, pemilu merupakan hak rakyat untuk memilih dan dipilih.

"Pikiran seperti itu batil. Itu bukan hak mereka. Pemilu adalah hak rakyat. Hak untuk memilih dan hak untuk dipilih. Yang berdaulat juga rakyat," ungkap SBY.

Lebih lanjut, SBY menjelaskan selama 10 tahun Partai Demokrat berkuasa tak pernah melakukan kebatilan.

"Ingat, selama 10 tahun dulu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan pemilu dan pilpres demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," imbuhnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul SBY: Saya Harus Turun Gunung, Ada Tanda-tanda Pemilu 2024 Tidak Jujur dan Adil.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved