Imbau Sekolah Waspadai Banjir, Lindra Minta Kepsek Buat Laporan Tertulis Jika Ada Kerusakan
Wilayah terdampak antara lain: Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Dedai, sebagian Kecamatan Serawai dan sebagian Kecamatan Ambalau.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mewaspadai bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan prakiraan peluang curah hujan dasarian (10 harian) tanggal 11 s.d. 20 September 2022, terdapat indikasi potensi curah hujan tinggi kriteria lokal dengan curah hujan lebih dari 100 mm
pada beberapa wilayah Kabupaten Sintang.
Wilayah terdampak antara lain: Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Dedai, sebagian Kecamatan Serawai dan sebagian Kecamatan Ambalau.
"Kondisi ini dapat memicu terjadinya peningkatan potensi bencana hidrometeorologi," ungkap Supriandi Kepala Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang, Supriandi, Minggu 11 September 2022.
Bencana hidrometeorologi yang harus diwaspadai antara lain berupa longsor pada daerah berlereng, angin kencang/puting beliung, banjir pada kawasan bantaran sungai, pemukiman penduduk, dataran rendah, lahan pertanian/perkebunan, serta potensi rusaknya tanaman.
Menyikapi kondisi tersebut, Supriandi mengingatkan para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi khususnya di wilayah Kabupaten Sintang. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News