Imbau Sekolah Waspadai Banjir, Lindra Minta Kepsek Buat Laporan Tertulis Jika Ada Kerusakan

Wilayah terdampak antara lain: Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Dedai, sebagian Kecamatan Serawai dan sebagian Kecamatan Ambalau.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Sejumlah siswa menjemur buku pelajaran di halaman sekolah. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, tak luput dari terjangan banjir bandang luapan sungai sekapat yang terjadi beberapa waktu lalu. Banjir bandang tidak hanya merusak bendungan air bersih dan PLTMH warga, tapi juga sumber belajar siswa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar mengimbau setiap sekolah yang rentan terdampak banjir agar mengambil langkah pencegahan untuk meminimalisir dampak dari bencana alam banjir terhadap fasilitas pembelajaran.

"Kita sudah buat imbauan pada kepsek agar minta mereka waspada. Kita juga meminta supaya segala buku diamankan untuk mengantisipasi dampak banjir," kata Lindra, Senin 12 Agustus 2022.

Jika ada sekolah yang terdampak banjir dan menyebabkan kerugian dari sisi fasilitas, baik buku, alat tulis, dan meja kursi, Lindra meminta supaya kepala sekolah segera menginventarisir dan melaporkan secara tertulis ke dinas pendidikan agar segera bisa ditindaklanjuti.

"Kita minta kepala sekolah membuat laporan tertulis terkait dengan kerusakan.. nanti kita tindaklanjuti. Intinya kita terus mengimbau supaya kepala sekolah, mengamankan segala buku, ke tempat aman. Kita tidak tahu bencana kapan datang, bahkan bisa tiba-tiba," pesan Lindra.

Lahan dan Amdal Selesai, Realisasi TPA Baru di Sintang Tunggu Ditjen Cipta Karya

Banjir bandang datang begitu cepat merendam ratusan rumah penduduk, hingga gedung SDN 14 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, 2 September 2022 lalu.

Tak ada yang menyangka, curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai sekapat meluap merendam apapun yang ada di sekitarnya, termasuk rumah dan sekolah Ernando.

"Rumah kami terendam banjir kurang lebih 1,5 meter," kata Ernando, siswa SDN 14 Jelemuk, Jumat 9 September 2022.

Derasnya banjir bandang tak hanya merendam rumah Ernando, tapi juga merusak dan menghanyutkan tas, buku pelajaran, hingga sepatu

"Barang kami terendam bahkan hanyut termasuk alat sekolah seperti buku tas, sepatu hanyut terbawa banjir. Oleh sebab itu kami memohon pada pemerintah kiranya bisa memperhatikan dan memberikan bantuan pada kami," harap Ernando.

Banjir bandang tidak hanya merusak bendungan air bersih dan PLTMH warga, tapi juga sumber belajar siswa yang disimpan di sekolah.

Akibat banjir, fasilitas belajar terutama hingga buku pelajaran siswa banyak yang hanyut dan rusak.

Pasca banjir, buku yang terendam banjir sudah diupayakan untuk dijemur oleh para guru dan murid supaya bisa digunakan.

Kepala SDN 14 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Lisah mengatakan banjir bandang menyebabkan buku pelajaran, alat peraga, alat olahraga, mesin dompeng serta dinamo, dinding kelas jebol, lemari buku meja dan lemari, juga rumah siswa terendam banjir banyak alat pelajaran siswa yang hilang.

"Dengan kerusakan barang tersebut kami mengharapkan pada pemerintah melalui instansi terkait untuk memberikan bantuan kepada kami," harap Lisah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved