Cara Urus Sertifikat Tanah di Notaris, Apa Bedanya dengan PPAT ? Cek Biayanya Disini !

Dalam proses sertifikasi tanah, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, cara membuat sertifikat tanah lewat notaris.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ilustrasi Sertifikat Tanah di Notaris-Berikut cara mengurus Sertifikat Tanah lewat jasa Notaris dan tafsiran biaya untuk penerbitan satu dokumen Sertifikat Tanah. 

* Advis Planning

* Kartu Kavling

* Akta Jual Beli Tanah

* Surat BPHTB

* Pajak Penghasilan atau PPh

Susun semua berkas dokumen di atas dalam satu map lalu selanjutnya anda bisa mendatangi kantor notaris pilihan anda, sebagai saran anda bisa memilih kantor notaris terdekat dengan tempat anda berdomisili.

Selanjutnya Notaris dan tim akan mengurus segalanya ke kantor BPN.

Untuk mengurus dokumen Sertifikat Tanah di Notaris anda akan dikenakan biaya dimana biaya notaris ini tergantung kesepakatan dan tawar menawar kedeua pihak.

Besaran biaya notaris tergantung kesepakatan tawar-menawar kedua pihak. Ada baiknya menggunakan notaris yang memiliki reputasi atau rujukan yang terjamin.

Jika membeli rumah melalui bank, pihak bank telah menunjuk notaris khusus dengan anggaran biaya yang telah bank buat.

Secara umum biaya jasa notaris berkisar antara Rp750 ribu hingga Rp2,5 juta.

CARA Membaca Nomor Sertifikat Tanah Yang Benar dan Cek Keasliannya dikantor BPN !

Selain Notaris Pada Proses penerbitan sertifikat tanah ada juga yang disebut PPAT, Lantas apa yang disebut PPAT ?

Banyak orang yang beranggapan bahwa profesi notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) adalah sama. Padahal ada perbedaan antara keduanya.

PPAT berwenang dalam pengurusan jual-beli, tukar-menukar, hibah, pembagian hak bersama, pemberian HGB (Hak Guna Bangunan), dan lain sebagainya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved