Ojek Online di Pontianak Harap BLT Pemerintah Tepat Sasaran

Erfin Efendi warga asal Siantan Kota Pontianak yang berprofesi sebagai ojek online menuturkan, bahwa rata-rata penggunaan BBM ojek online

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Luthfi
TriponCast di Kantor Tribun Pontianak bahas “Apa Kata Mereka Pasca Harga BBM Naik”, Rabu, 7 September 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Indonesia menaikan harga BBM pada 3 September 2022, kebijakan tersebut tentunya mendapat respon dari sejumlah pihak.

Terlebih mereka yang memang pekerjaannya lekat dengan penggunaan BBM, seperti halnya ojek online, supir truk, dan nelayan.

Sejalan dengan itu, Tribun Pontianak dalam acara podcast yang dipandu oleh Host Rizki Fadriani turut mengundang perwakilan dari pihak yang terdampak karena kenaikan harga BBM tersebut.

Pasca Kenaikan Harga BBM, Belum Terjadi Penyesuaian Harga Sembako yang Signifikan di Kota Pontianak

Ketua Asosiasi/Aspirasi Drump Truck Kalbar, Suwarno, Sopir Truck, Ricki, Ketua Gojek Pontianak Utara, Erfin Efendi dan Ketua Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia Kalbar, Burhanudin Abdullah. 

Mari simak aspriasi dari Suwarno, Ricki, dan Erfin di TriponCast bertajuk “Apa Kata Mereka Pasca Harga BBM Naik”.

Erfin Efendi warga asal Siantan Kota Pontianak yang berprofesi sebagai ojek online menuturkan, bahwa rata-rata penggunaan BBM ojek online di Kota Pontianak normalnya menggunakan 5 liter perhari. 

“Jadi saya mulai startnya dari Pontianak Utara, tetapi rata-rata semua driver ojol di Kota Pontianak, biarpun dia bertempat tinggal di Siantan dia pasti keliling satu Pontianak,” ujarnya, Rabu, 7 September 2022.

“Jadi minimal satu hari itu untuk BBM Driver Ojol itu paling sedikit lima liter. Itu dikeluarkan untuk biaya oprasional, hanya untuk bbmnya saja bensinnya saja pertalitenya,” timpalnya.

Erfin menilai, dengan adanya kenaikan harga BBM khususnya JBT (Pertalite) dirinya dan teman-teman driver lain menerima dengan lapang dada.

Pasalnya kata dia, kunci utama penggunaan sebuah mesin khususnya motor, normalnya memang menggunakan BBM.

“Jadi dengan adanya kenaikan pertalite ini, kalau untuk kami para driver, kami menerima dengan lapang dada, karena mau tidak mau kami harus tetap membeli walaupun dengan harga berapapun, karena itulah kekuatan kami untuk bisa bekerja,” ungkapnya.

Kendati demikian, ada satu yang ditekankan oleh Erfin, yaitu mengenai pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang harus tepat sasaran.

Dirinya juga mengharapkan untuk bisa mendapatkan BLT tersebut. Namun ada ketakutan darinya, berdasarkan info yang dirinya dapatkan.

BLT hanya berlaku untuk mereka yang memiliki Batas Ambang Gaji. Sementara, dirinya yang berprofesi sebagai ojol dan hanya bermitra dengan aplikasi, untuk mendapatan pastinya tidak menentu.

“Kenaikan bbm untuk kami sekarang ini sebagai driver, hanya satu semoga tepat sasaran hanya itu, karena mudah-mudahan ada info kemarinkan ada dapat bantuan BLT, mudah-mudahan itu kami juga dapat,” harapnya.

“Karena kami ini di gojek hanya sebatas mitra, bukan karyawan tetap, sedangkan info yang saya dengan kemarin itu, yang dapat itu karyawan yang tetap,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved