Bupati Sanggau Panen Perdana Kelapa Sawit Kegiatan PSR Tahun Tanam 2020

Gubernur Kalbar diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalbar, M Munsif didampingi Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan jajaran Forkomp

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat panen perdana kelapa sawit kegiatan peremajaan sawit rakyat (PSR) tahun tanam 2020 di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 7 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Gubernur Kalbar diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalbar, Muhammad Munsif didampingi Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan jajaran Forkompimda Sanggau melakukan panen perdana Kelapa Sawit kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun tanam 2020 di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 7 September 2022.

Panen perdana dilakukan dilokasi PSR binaan KUD Sinar Mulia. 

"Kami atas nama Pemrov Kalbar mengucapkan selamat kepada KUD Sinar Mulia yang telah membuktikan bahwa program PSR itu real. Ditanam dan pada akhirnya bisa di panen dan kita lihat tadi hasilnya luar biasa," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalbar, M Munsif, Rabu 7 September 2022.

Polisi Peduli, Kapolsek Sanggau Ledo Bantu Pengobatan Bayi Gizi Buruk

Tentunya lanjut Munsif, akan memberikan sebuah bukti bahwa melalui program PSR ini, apa yang menjadi impian pemerintah untuk mensejahterakan dan berkelanjutan bisa diwujudkan.

"Jelas, tanaman yang sudah tua, remajakan, menghasilkan dan lebih baik lagi dari yang sebelumnya," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan bahwa terkait pembinaan kepada petani dalam program PSR, tentunya melalui Disbunak.

"Pasti ini menjadi tugas pokok mereka yang harus terus mengawal apa yang sudah dikembangkan melalui bantuan pemerintah ini, dan betul-betul berhasil sesuai harapan kita semua," katanya.

Selain itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu pun mengaku senang dengan adanya lembaga swadaya masyarakat lainnya yang ikut membantu. Kemudian juga kerjasama Indonesia dengan pihak-pihak luar, dan mereka berkerja disini untuk banyak hal.

"Salah satu tadi STTB itu, nah itukan dalam rangka pembinaan supaya ada kepastian bahwa mereka adalah petani yang punya tanda bukti bahwa mereka punya kebun," ujarnya.

Terkait panen perdana ini, PH sapaan akrabnya mengaku senang, kemudian masyarakat juga senang terlebih hasilnya pun baik.

"Ini sudah luar biasa pemerintah bantu, tapi jangan dimanfaatkan dengan cara yang tidak benar. Sudah diberi gratis, disuport, dibina, ujung-ujungnya tadi saya pesan jangan suka menjual tanaman kita. Pelihara lah semampu terus, karena inilah sumber uang,"tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sanggau, H Syafriansyah mengatakan tahap satu dari KUD Sinar Mulia di Desa Penyeladi ini luasnya 111 hektare lebih sedikit. 

"Ini milik dari 48 petani. Sebenarnya lebih dari 500 hektare dilokasi ini. Cuman ini tahap pertama yang kita panen. Terus terang ini diluar ekspektasi kita, tadi sudah timbang, rata-rata beratnya 4,5 Kg per janjang. Seharusnya mungkin baru sekitar 3 Kg, ini sudah lebih," katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, menunjukan bahwa kemampuan petani ini sudah sangat memadai, dan dengan pendampingan yang baik.

"Tadi pak bupati sudah sampaikan, komitmen Pemda itu sangat jelas. Melalui dinas sudah dampingi, mulai dari pengusulan sampai hari ini. Dan nanti pun lokasi ini akan kita buat sebagai rintisan untuk kita urus sertifikat ISPO nya. yang nanti mungkin memiliki nilai tambah bagi petani, terutama dala hal mereka menegosiasi harga,"ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved