Lokal Populer

Korban Jiwa Kembali Melayang Akibat Rabies di Sintang, Kali Ini Bocah 5 Tahun Menjadi Korban

Berdasarkan diagnosa klinis, korban terindikasi rabies. Sementara anjing yang menggigit belum terkonfirmasi.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Petugas peternakan dan kesehatan hewan menyuntik vaksin rabies pada anjing warga untuk mencegah penularan rabies. Kasus gigitan anjing di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kembali menelan korban jiwa. Bocah berinisial J, berusia 5 tahun di Desa Mangat Baru, Kecamatan Dedai, meninggal dunia pada Minggu, kemarin. 

Langkah pencegahan paling tepat kata Sinto anjingnya harus divaksin dan tidak boleh berkeliaran bebas. Daripada menggigit, sebaiknya dimusnahkan.

"Kita juga mengimbau masyarakat yang memiliki hewan terutama anjing tolong jangan dibiarkan berkeliaran bebas. Harus divaksin. Kalau anjing yang ada tanda rabies seperti berliur, ekornya turun, anjingnya gelisah takut terhadap cahaya, itu segera dikurung atau ekstremnya dieliminasi saja. Kemudian boleh dites ke dinas peternakan. Jangan sampai menimbulkan korban jiwa," jelas Sinto.

Apabila digigit hewan penularan rabies, langkah pertama luka harus dicuci menggunakan sabun di bawah air mengalir kalau bisa menggunakan air hangat. Setelah itu datang ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies. Vaksin ini untuk manusia.

"Kita sudah siapkan vaksin anti rabies di setiap puskesmas. Stok cukup. Kita juga sudah minta lagi ke provinsi dalam waktu dekat akan dikirim," jelas Sinto.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved