Sutarmidji Nilai Kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah Selaras Dengan Program FoLU Net Sink 2030
Lanjut Midji, beberapa waktu lalu Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kalbar sudah melaunching penanaman pohon di seluruh sekolah negeri se-Kalimantan Barat
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semarak Muktamar 48 Eco Bhinneka Muhammadiyah selengarakan kegiatan menanam pohon dan bersepeda santai bertajuk Cycling to Religious Sites “Sehat Jantungku, Hijau Bumiku, Bersama Bisa”
Di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak Jl. Ayani, Kota Pontianak, Sabtu, 3 September 2022.
Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat lintas agama dan komunitas-komunitas yang ada di Kota Pontianak.
Hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menuturkan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan program pemerintah “FoLU Net Sink 2030”.
Baca juga: Sutarmidji Sebut SE Pembatasan Operasional untuk Percepat Pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I
“Itu untuj menghutankan kembali atau membuat hutan-hutan baru,” ujarnya, usai membuka secara resmi kegiatan bertajuk Cycling to Religious Sites, di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak Jl. Ayani, Kota Pontianak, Sabtu, 3 September 2022.
Lanjut Midji, beberapa waktu lalu Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kalbar sudah melaunching penanaman pohon di seluruh sekolah negeri se-Kalimantan Barat.
Dengan adanya kegiatan ini, tentunya akan menambah jumlah pohon-pohon baru. Terlebih kata dia, jika kegiatan ini dilakukan di seluruh Kalimantan Barat.
“itu ada 6500 an sekolah. Kemudian hari ini Muhammadiyah dengan Eco Bhinnekanya Cycling to Religious Sites ini menyasar ke rumah-rumah ibadah,” katanya.
“Kalau ini dilakukan seluruh Kalbar maka ada 8000 an, ini akan lebih mengena lagi. Karena selama inikan kita menanam pohon sudah sejuta pohon 10 ribu pohon 100 ribu pohon tetapi hasilnya tidak kelihatan,” sambungnya.
Menurut Midji, jika melakukan penanaman pohon ke sekolah-sekolah ataupun ke rumah ibadah.
Pohon-pohon tersebut tentunya akan di rawat dengan baik oleh masyarakat yang ada di lingkungan sekolah maupun di rumah ibadah.
“Tapi kalau kita tanam ke rumah ibadah di sekolah ya, walaupun tidak dalam program misalnya membuat hutan baru, setidaknya mungkin bisa sampai satu juta pohon yang jelas-jelas terawat,” ungkapnya.
“Kalau sekolah di rawat oleh anak sekolah, kalau di masjid, gereja, vihara, klenteng dan sebagainya dirawat oleh pengurus rumah ibadah. Sehingga pohon itu betul-betul bermanfaat ya,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lutfi-030822-pohon.jpg)