Lokal Populer

Mudahkan Petani Jual Hasil Pesanan Mahasiswa UMP Hadirkan Aplikasi Sayur Segar

berinisiatif membuat aplikasi sehingga memudahkan petani supaya bisa melakukan transaksi jual- beli secara digital

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) Kampus Sintang, mengembangkan platform belanja sayur online untuk memudahkan petani menjual hasil pertanian ke tangan konsumen. 

Lebih lanjut Anem menyampaikan bahwa ancaman krisis ini disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina yang mana kedua negara tersebut merupakan produsen dan eksportir komoditas utama dunia, dimulai dari minyak dan gas, pertambangan, hingga pangan.

“Ditambah lagi pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan efek dominonya pada berbagai sektor, termasuk pada sektor pertanian. Oleh karenanya hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah negara tak terkecuali Indonesia,” terang Anem.

Anem menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kita masih berpeluang besar untuk dapat terus meningkatkan produksi pangan salah satunya adalah melalui peningkatan produktivitas. Peningkatan produksi disertai kualitas hasil yang baik merupakan orientasi utama dari kegiatan pembangunan tanaman pangan.

“Salah satu upaya dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan adalah penggunaan benih bermutu dari varietas unggul. Benih merupakan kebutuhan dasar, input utama dalam melakukan kegiatan produksi tanaman. Penyediaan benih bermutu varietas unggul yang produktivitasnya tinggi dan sesuai dengan preferensi petani dengan jumlah yang cukup dan tepat waktu adalah salah satu strategi untuk mencapai kecukupan pangan,” jelas Anem.

Tidak lupa Anem mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam Kegiatan Demonstrasi Benih Unggul Tanaman Pangan di hari ini dan berharap dengan adanya kegiatan ini bisa semakin meningkatkan produktivitas tanaman pangan kita kedepannya atau minimal dipertahankan.

“Kita patut bersyukur karena saat ini produktivitas padi Kabupaten Landak mencapai 41,02 kuintal per hektar dan merupakan yang tertinggi di Kalimantan Barat. Kegiatan Demonstrasi Benih Unggul Tanaman Pangan ini sangat dibutuhkan oleh petani karena untuk memberikan contoh secara nyata tentang proses budidaya pertanian, dari pembibitan hingga panen supaya kedepannya petani dapat mempraktekkan prosesnya dengan baik,” ucap Anem.

Anem berharap para petani dapat mengadopsi informasi, teknologi, ilmu, dan keterampilan yang sudah didemontsrasikan serta dapat mengadopsi varietas unggulnya jika memang sudah terbukti cocok dikembangkan di lahan pertanian setempat khususnya di Desa Caokng.

“Saya ingin kedepannya ada lahan lain milik petani yang lebih produktif. Bukan lagi sekedar lahan percontohan melainkan lahan yang secara nyata lahir dari hasil demonstrasi ini dan mampu menghasilkan padi unggul karena ketersediaan benih dalam jumlah dan waktu (availability), kemudahan akses dalam hal harga dan tempat (accessibility) serta penggunaan yaitu mutu dan varietas (utility) masih belum mampu terpenuhi,” harapnya.

Anem berpesan kepada para petani agar jangan pernah berhenti untuk belajar dan menerima berbagai inovasi dan teknologi di bidang pertanian.

“Demonstrasi benih unggul tanaman pangan ini pasti dilakukan dengan tujuan untuk pertanian kita yang lebih maju. Harapan Saya penangkar benih kita nanti mampu menyediakan benih varietas unggul dengan memperhatikan kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya. Pemerintah melalui para petugas dari Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Kalimantan Barat dan juga para Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan harus senantiasa membimbing dan membina para petani penangkar benih,” tutup Anem.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved