Pola Hidup Sehat

Mewaspadai Penyakit Hipospadia Pada Bayi Laki-laki dan Cara Mengobatinya

Jika tidak ditangani, penderita hipospadia bisa kesulitan buang air kecil atau berhubungan seksual saat dewasa.

Klinik Pelita Sehat
Operasi hipospadia dapat dijalani orang-orang dari segala usia. Namun, dokter biasanya melakukannya pada bayi berusia 6-12 bulan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hipospadia adalah salah satu kelainan lahir yang paling umum.

Hipospadia adalah kelainan lahir pada bayi laki-laki yang disebabkan oleh lubang uretra tidak berada di ujung penis, melainkan ada di suatu area di sepanjang penis atau di skrotum.

Pada kondisi normal, uretra terletak tepat di ujung penis. Akan tetapi, pada bayi dengan hipospadia, uretra berada di bagian bawah penis.

Jika tidak ditangani, penderita hipospadia bisa kesulitan buang air kecil atau berhubungan seksual saat dewasa.

Perkiraan menunjukkan bahwa hipospadia dialami oleh sekitar 1 dari setiap 200 bayi.

Bayi dengan kelainan ini biasanya menerima pengobatan ketika mereka berusia 6?-12 bulan.

Selain Stres, Penyebab Maag Bukan Karena Keturunan, Ini Sederet Penyebabnya

Cara mengobati hipospadia

Dilansir dari Medical News Today, cara mengobati hipospadia dapat berbeda-beda, bergantung pada tingkat keparahan kondisinya.

Jika bayi tidak mengalami masalah karena hipospadia yang diidapnya, mereka mungkin tidak memerlukan perawatan.

Operasi hipospadia dapat dijalani orang-orang dari segala usia. Namun, dokter biasanya melakukannya pada bayi berusia 6-12 bulan.

Orang yang memiliki hipospadia yang lebih parah mungkin memerlukan pembedahan, yang umumnya melibatkan empat bagian, yakni:

  • Meluruskan batang penis jika bengkok
  • Membuat saluran kencing
  • Menempatkan lubang uretra di ujung penis
  • Melakukan sunat atau merekonstruksi kulup

Komplikasi yang Bisa Terjadi Pada Hernia, Perawatan Hingga Obat yang Harus Diberikan

Pembedahan untuk hipospadia umumnya memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk hipospadia distal.

Sementara itu, pembedahan untuk hipospadia proksimal dapat memakan waktu hingga 3 jam.

Jika seseorang mengalami hipospadia proksimal dengan chordee yang parah, mereka dapat menjalani operasi secara bertahap. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved