Pola Hidup Sehat

Komplikasi yang Bisa Terjadi Pada Hernia, Perawatan Hingga Obat yang Harus Diberikan

Hernia adalah kondisi ketika organ di dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah.

KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Penyakit Hernia, suatu kondisi inilah yang menyebabkan munculnya tonjolan atau benjolan. Hernia muncul di area antara dada dan pinggul, tetapi juga dapat muncul di daerah paha atas dan selangkangan. 

Hernia inguinalis merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria lebih berisiko mengalaminya.

Hernia femoralis

Terjadi ketika jaringan lemak atau sebagian usus menonjol ke atas paha bagian dalam dan wanita lebih berisiko mengalaminya.

Hernia umbilikalis

Terjadi ketika jaringan lemak atau bagian usus mendorong dan mencuat ke dinding perut, tepatnya pada pusar.

Hernia hiatus

Terjadi ketika sebagian lambung mendorong dan mencuat ke dalam rongga dada melalui diafragma (sekat yang memisahkan rongga dada dan rongga perut).

Hernia insisional

Terjadi ketika usus atau jaringan menonjol atau mencuat melalui bekas luka operasi pada bagian perut atau panggul.

Obati Ambeien dengan Rumput Laut, dr Zaidul Akbar Sarankan untuk Pria dan Wanita

Faktor risiko

Dikutip dari Healthline, terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang terkena hernia, yaitu:

  • Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah
  • Cystic fibrosis, memicu batuk kronis
  • Dalam kondisi hamil yang menyebabkan tekanan dalam dinding perut meningkat
  • Sembelit kronis
  • Obesitas atau peningkatan berat badan secara tiba-tiba
  • Memiliki kebiasaan merokok, menyebabkan jaringan ikat melemah
  • Memiliki riwayat hernia, baik dialami sendiri atau memiliki keluarga yang pernah mengalami hernia.

Diagnosis

Merangkum Healthline dan Family Doctor, hernia dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik.

Dokter akan meraba bagian perut atau selangkangan untuk merasakan benjolan atau tonjolan yang dapat terlihat saat penderita berdiri, batuk, atau mengejan.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • USG, menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran bagian dalam organ perut dan panggul
  • CT scan, untuk memeriksa organ-organ bagian dalam perut
  • MRI, untuk mengetahui kondisi bagian dalam perut dan mendeteksi kerusakan pada otot perut.
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved