Lokal Populer
Sintang Masih Berstatus KLB Rabies, Satu Nyawa Kembali Melayang Akibat Rabies
Satu warga sepauk yang meninggal pasca digigit anjing disebut Sinto lantaran tidak segera mendapatkan pertolongan dan suntik vaksin anti rabies
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Tri Pandito Wibowo
"Yang meninggal ini tidak langsung ke puskesmas, tidak langsung disuntik vaksin untuk pencegahan. Gejalanya 2 minggu setelah gigitan, sama dengan anjing yang kena rabies. Gejala demam, nyeri, pusing, mual muntah. Terakhir sampai meninggal keluar liur dan berbusa. Waktu kena gigit diabaikan ndak dibawa ke puskesmas, sehingga meninggal," beber Eka.
Berdasarkan uji laboratorium, anjing yang menggigit warga hingga meninggal dunia positif rabies. "Kejadian di buluh kuning sampel kepala anjingnya sudah dikirim sampel ke lab hasilnya positif (rabies)," jelasnya.
Hingga saat ini, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang sudah melakukan vaksinasi terhadap 3 ribu lebih ekor anjing untuk mengantisipasi rabies.
"Di sepauk kami vaksinasi di daerah buluh kuning sekitar 920 ekor anjing. Vaksin kami tersedia 4 ribu, sisa 900. Sudah 3 ribu lebih kami vaksin," ujar Eka.