BRIN dan Balitbang Provinsi Kalbar Sinergi Pengembangan Riset Skala Nasional

Selain itu disesuiakan kebijakan pusat, provinsi. Sehingga kita sinkronkan kalau di pusat tentang pangan, kita sudah lakikan dengan pembangunan PLTS,

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Plt Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wihatmoko Waskito Aji, usai sosialisasi terkait penelitian bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Pontianak, berlangsung di Rektorat Untan, Kamis 1 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) bersama Balitbang Provinsi Kalbar bekerjasama dalam melalukan sosialisasi terkait penelitian bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Pontianak, berlangsung di Rektorat Untan, Kamis 1 September 2022.

Kedatangan BRIN ke Provinsi Kalbar, diantaranya juga untuk memperkuat sinergi dengan Pemprov Kalbar melalui Balitbang Kalbar yang sudah terjalin, dalam hal ini untuk pengembangan penelitan yang berkualitas nasional.

Dalam sosialisasi yang dilakukan yang dihadiri beberapa perguruan tinggi di Pontianak ini, turut mensosialisasikan bagaimana dan siapa saja peneliti yang bisa melakukan riset bekerjasama dengan BRIN.

Pada sosialisasi yang dilakukan dihadiri langsung oleh Plt Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah, Wihatmoko Waskito Aji, Ketua Balitbang Kalbar Herkulana, dan Wakil Rektor I Untan Radian.

Baca juga: Tolak Kenaikan BBM, Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa Sampaikan 4 Poin Tuntutan

Plt Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wihatmoko Waskito Aji menyampaikan pertemuan ini bertujuab untuk mensosialisasikan Program yang ada di BRIN yang bisa diakses oleh Pemda maupuan Perguruan Tinggi, karena program tersebut berskala nasional.

“Semua peneliti mulai dari perguruan tinggi dan Pemda, bahkan perorangan dapat mengangkses sumber daya yang ada di BRIN untuk keperluan riset,”ungkapnya.

BRIN dalam hal ini akan memberikan fasilitas namun bersifat kompetitif. BRIN betul-betul mengedepankan kualitas, sehingga peneliti yang memang berkualitas berpeluang di publikasi di jurnal, sangat berkualitas bisa lolos.

Sedangkan penelitan yang kurang atau masih belum, bisa diarahakn untuk kolaborasi supaya bisa meningkat kemampuan peneliti maupun tema riset yang diangkat menjadi semakin berkualitas.

“Kita dalam pertemuan ini di Kalbar bersama Perguruan Tinggi negeri dan swasta. Jadi kita mengayomi semua periset bukan hanya pemerintah dalam hal ini dosen dan Pemda, tapi juga masyarakat,” ujarnya.

Adapun cara untuk mendapatkan fasilitas dari BRIN untuk riset, diantaranya harus pengajuan proposal yang akan dinilai dan tentu akan ada tahapannya.

“Kemudian tidak ada afirmasi misalnya dialokasi untuk 100 riset, tidak demikian. Tapi kita hanya menerima yang baik saja dan yang memenuhi kriteria minimal . Tidak apa sedikit nanti akan kita buka batch berikutnya,”tegasnya.

Untuk di Kalbar, ia akui sudah banyak riset yang sudah maju , hanya saja hubungan penguatan ekonomi yang belum terlalu kelihatan.

“Jadi risetnya maju, tapi pemanfaatan setelahnya yang belum kelihatan. Makanya ada skema yang kita uji coba di BRIN seperti fasilitas Uji tanam bibit Unggul dan Fasilitas untuk uji Alkes. Itu ada skema mencoba menghubungkan hasil riset dengan pemanfaatan ekonomi. Nah itu yang masih kurang,”paparnya.

Ia berharap dengan pertemuan ini dari Pemda maupun Perguruan tinggi di Kalbar ada banyak proposal yang masuk. Sehingga BRIN bisa mendapatkan tema riset yang berkualitas.

Ditempat yang sama, Kaban Litbang Provinsi Kalbar, Herkulana menyampaikan dalam hal ini Balitbang Kalbar akan hadir untuk memfasilitasi apa yang menjadi kendala peneliti di Kalbar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved