Skenario Terbaik dan Terburuk Pemerintah Soal Harga Pertalite

Isu mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ramai diperbincangkan beberapa waktu belakangan ini.

Editor: Rizky Zulham
NET/Google
Pegawai SPBU - Skenario Terbaik dan Terburuk Pemerintah Soal Harga Pertalite. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut skenario terbaik dan terburuk dari pemerintah soal kenaikan Harga Pertalite jadi 30 Persen.

Isu mengenai rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak BBM Subsidi ramai diperbincangkan beberapa waktu belakangan ini.

Pasalnya, negara memiliki kemampuan keuangan yang terbatas. Alhasil, negara tidak bisa terus menerus menanggung subsidi BBM di tengah lonjakan harga komoditas.

Itu sebabnya, pemerintah saat ini tengah berupaya untuk membahas kebijakan terbaik terkait anggaran subsidi dan kompensasi energi.

Aturan Baru Masuk Singapura Kini Dipermudah Tanpa Perlu Karantina

Ada tiga skenario yang disiapkan pemerintah terkait kebijakan BBM subsidi, yakni menaikkan anggaran kompensasi dan subsidi energi sehingga semakin membebani APBN, mengendalikan volume Pertalite dan Solar, atau menaikkan harga Pertalite dan Solar.

Ketiga skenario itu masih dilakukan pembahasan lebih lanjut di internal pemerintah dan bakal diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk diputuskan kebijakan yang dinilai tepat oleh Kepala Negara.

Harga BBM subsidi naik, bansos ditingkatkan

Saat ini, skenario yang menguat dan banyak disoroti adalah kenaikan harga Pertalite dan Solar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, jika pemerintah pada akhirnya memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi, maka bantuan sosial (bansos) akan ditingkatkan.

"Sehingga ini exercise-nya bagaimana bantalan yang harus disiapkan. Jadi bukan hanya terkait penyesuaian atau pembatasan, tetapi bantalan-bantalan sosial yang harus disiapkan," ujar dia di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu 24 Agustus 2022.

Menurut dia, pemerintah tengah menyiapkan skema bansos yang akan diberikan bagi masyarakat yang nantinya terdampak kenaikan BBM bersubdisi.

Ia bilang, keputusan terkait skema bansos akan diambil sesudah rapat koordinasi dikakukan bersama kementerian di bawah koordinasinya.

"Tentu perlindungan sosialnya akan kami tebalkan. Kami sudah punya banyak sistem yang telah dilakukan selama KPC-PEN (Komite Penanganan COVID-19 Pemulihan Ekonomi Nasional. (KPC-PEN)," ungkapnya.

Di sisi lain, Airlangga menyebutkan, Pemerintah memahami bahwa penyesuaian harga BBM bersubsidi akan berdampak pada banyak hal, mulai dari sektor industri, daya beli masyarakat, hingga laju inflasi.

Syarat Baru Naik Pesawat Mulai Bulan September 2022 Dalam Aturan Perjalanan Udara Semua Maskapai

Ia memastikan, seluruh dampak dari skenario kenaikan harga Pertalite dan Solar sedang dikalkulasikan oleh pemerintah.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved