Seorang Emak-emak Hadang Gubernur Kalbar Sutarmidji Saat Melakukan Kunker ke Sintang

Dihampiri warga, langkah Sutarmidji masuk mobil terhenti. Dia mendengarkan keluhan warga. Namun, dia tidak bisa menerima ajakan warga untuk meninjau j

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Sejumlah warga yang tinggal di Jalan Cadika, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, memberanikan diri mencegat Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat kunjungan ke Kabupaten Sintang. Lima orang emak-emak itu mencegat orang nomor satu di Kalimantan Barat, sebelum masuk ke mobil setelah menghadiri kegiatan pangan murah di Kantor Kecamatan Sintang, Kamis 25 Agustus 2022. 

Protes warga lantaran drainase jalan Cadika tak kunjung ada perbaikan. Padahal, kondisi ini sudah terjadi lebih dari lima tahun. Akibatnya, jalan tersebut selalu digenangi air.

Melalui Akun Medsos Miliknya, Sutarmidji Ingatkan Pelaku Perkebunan Jangan Sampai Ada Titik Api

"Hampir 10 tahun ndak ada perbaikan sama sekali. Datang cuma foto ukur," sesal Julia, Senin 4 Juli 2022.

Warga di Jalan Cadika, tak minta muluk-muluk. Mereka hanya memohon pada Pemkab Sintang untuk membuatkan drainase yang layak supaya air bisa mengalir keluar, tidak menggenangi jalan cadika.

"Kami sudah gak mampu. Permintaan kami cuma satu betulkan drainase supaya air lancar ngalir. Kalau ditimbun masyarakat kasihan, air ndak bisa keluar," harap Julia.

Warga Desa Baning Kota, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, hidup dalam kekhawatiran. Bertahun-tahun lamanya, mereka ketakutan hidup di antara genangan air yang nyaris tak pernah kering di Jalan Cadika.

Buruknya drainase yang tak kunjung diperbaiki menyebabkan ruas jalan Cadika menjadi tempat genangan air. Saking lamanya terendam air sebagian aspal nyaris tak pernah kering. Ada banyak rumput liar tumbuh subur. Begitupun dengan lumut yang menutup sebagian permukaan aspal.

Sudah hampir 10 tahun warga yang tinggal di sekitaran jalan cadika, hidup di antara genangan air. Air tidak hanya merendam sebagian jalan, tapi juga masuk ke dalam rumah. Warga terpaksa membuat panggung di dalam rumah untuk tidur untuk tidak hanya menghindari air, tapi juga binatang buas, seperti ular.

"Ndak tenang tidurnya. Ular sering masuk," kata Julia, Senin 4 Juli 2022.

Setiap kali turun hujan. Julai selalu was-was. Meskipun durasinya hanya setengah jam, genangan air di jalan cadika sudah masuk ke dalam rumah.

"Tilam ngapung dalam rumah. Tempat tidur kayak kandang. Bikin panggung. Dalam rumah licin. Hujan bentar air masuk," ungkapnya.

Budidaya Kopi Dengan Sistem Agroforesty untuk Mengangkat Potensi Kopi di Sintang

Genangan air tak hanya merendam ruas jalan cadika, tapi juga rumah warga. Tak hanya di pekarangan rumah, bahkan masuk ke dalam. Cukup lama warga tertekan, bahkan ada yang sampai pindah.

"Rumah rusak. Dalam rumah ada panggung. Air ndak pernah surut dalam rumah. Bahkan tetangga kami sampai pindah, udah setengah tahun lebih, ndak betah air masuk rumah ada panggung dalam rumah," kata Julia.

Saking lamanya terendam genangan air, membuat jalan berlubang. Tak sedikit pengendara yang jadi korban. Mereka jatuh, terjerembab.

"Banyak yang jatuh kemarin bawa ke rumah sakit. Tengah malam jatuh korban jiwa ada orang ndak kami kenal, tabrak batu. Jungkir balik," cerita Julia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved