10 Warga Kalbar Meninggal Dunia Akibat DBD Sepanjang Januari-Agustus 2022
10 warga Kalimantan Barat meninggal dunia akibat demam berdarah. Hal itu berdasarkan data Dinas Kesehatan mulai Januari hingga Agustus 2022
Penulis: Anggita Putri | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 10 warga Kalimantan Barat meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).
Jumlah itu berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, sejak Januari hingga Agustus 2022.
Kadiskes Kalbar, Hary Agung mengatakan, 10 warga yang meninggal dunia itu, termasuk dalam total 685 kasus DBD di Kalbar.
"Tahun 2022 sampai bulan Agustus terdapat 685 kasus dan 10 kasus kematian. Kasus kesakitan tertinggi di Kapuas Hulu dengan 162 kasus dan 2 kasus kematian," katanya kepada Tribun Pontianak.
• Waspadai ISPA dan DBD, Warga Sintang Diimbau Jaga Kebersihan dan Tingkatkan Pola Hidup Sehat
Menurut Hary Agung, jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, ada kecendrungan kenaikan kasus pada tahun 2022.
Berdasarkan hasil surveilans kasus Tahun 2022 minggu ke – 1 sampai dengan minggu ke 32 telah terjadi kecenderungan kenaikan kasus DBD di beberapa kabupaten/kota yang endemis DBD.
“Kami dari Provinsi telah memberikan warning dan himbauan ke Diskes kabupaten/kota Se-Kalbar, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi pencegahan terjadinya KLB DBD,”tegasnya.
Langkah antisipasi tersebut dengan melakukan pemutusan rantai penularan melalui kegiatan foging focus dua siklus dan menggerakan kegiatan PSN 3 M Plus secara berkala dalam rangka membunuh jentik Aedes Aegypty di rumah-rumah penduduk.