Terkait Kasus Dugaan Tipikor Rumah Sakit Pratama Serawai, Ini Penjelasan Penasehat Hukum Tersangka

Roliansyah juga berpendapat perkara ini hanya bermasalah sistem pencairan dana proyek melalui Bank Kalbar yakni menggunakan sistem kredit.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ HADI SUDIRMANSYAH
Kejari Pontianak gelar pres rilis di tahannya 3 tersangka kasus dugaan Tipikor Proyek Rumah Sakit Pratama Kec Serawai TA 2017. Insert : Penasihat Hukum tersangka, Roliansyah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kejaksaan Negeri Pontianak terus melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Rumah Sakit Pratama Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang TA 2017.

Menanggapi hal itu, penasihat hukum tersangka EH dan F, Roliansyah mengatakan dirinya masih mempelajari berkas perkara tersebut, namun dirinya berpendapat sangat tipis perkara ini bila masuk ke ranah tindak pidana korupsi.

"Proyek klien saya itu telah tuntas di laksanakan hingga 100 persen, "ungkap Roliansyah pada Senin 22 Agustus 2022 saat di temui usai melakukan pendampingan klien saat menjalani pemeriksaan di Kejari Pontianak.

Tak hanya itu, Roliansyah juga berpendapat perkara ini hanya bermasalah sistem pencairan dana proyek melalui Bank Kalbar yakni menggunakan sistem kredit.

"Pada pencairan uang proyek itu memang melalui Bank Kalbar, dan klien kita juga menggunakan sistem kredit juga melalui Bank Kalbar, tapi klien kita juga mengagunkan sertifikat rumahnya ke bank yang sama,"katanya.

Pengadilan Tipikor Pontianak Vonis Dua Terdakwa Pelaku Korupsi Pembangunan Bunut Hilir Kapuas Hulu

Dikatakannya lagi, dan sistem kredit yang ada di Bank Kalbar itu juga tidak mudah, terlebih pencarian sistem cek yang validasinya harus di ketahui unsur pimpinan di Bank Kalbar, terlebih nilai kredit sebesar Rp 5 miliar dan dalam proses ini juga tentunya di ketahui para pengawas yang ada di Bank Kalbar.

"Maka saya berpendapat perkara ini sangat tipis masuk ke ranah Tipikor, lebih tepatnya ke kasus Perdata," ungkapnya

Dan dikatanya lagi, Dan nantinya jika proses perkara ini lanjut hingga ke persidangan, pihaknya akan juga menghadirkan saksi ahli yang dianggap mengetahui sistem perkreditan.

Seperti di ketahui Penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri Pontianak melakukan penahanan terhadap Tersangka EH selaku Pelaksana kegiatan pembangunan Kesehatan (Rumah Sakit Pratama Kec. Serawai) Tahun Anggaran 2017 dan yang menggunakan uang kredit PBJ tersebut, H selaku Direktur Cabang PT. Batu Tangga Jaya Abadi dan DH selaku Mantan Analis Kredit Bank Kalbar Pontianak dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kredit Pengadaan Barang/Jasa Pekerjaan Pengadaan Bangunan Kesehatan (Rumah Sakit Pratama Kecamatan Serawai) Tahun Anggaran 2017.

Selain itu juga  Penyidik Pidsus Kejari Kalbar juga menitipkan Tersangka EH, H dan DH di Rumah Tahanan Negara  Kelas II/A Pontianak  selama 20 (dua puluh) hari, dan untuk Tersangka F ditahan Kamis tanggal 18 Agustus 2022.

Dan EH, H dan “DH ditetapkan sebagai Tersangka, setelah Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Pontianak melakukan ekspose perkembangan hasil penyidikan pada tanggal 10 Agustus 2022 dan kemudian diterbitkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak Nomor : PRINT- 04/O.1.10/Fd.2/08/2022 tanggal 10 Agustus 2022 jo Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT- 05/O.1.10/Fd.2/08/2022 tanggal 10 Agustus 2022 jo Surat Perintah Penyidik Nomor :  PRINT- 06/O.1.10/Fd.2/08/2022 tanggal 10 Agustus 2022. 

Dan kemudian tersangka EH, “H” dan DH dikenakan disangkakan melanggar  Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang  Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Undang  Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang  Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, yang menyebabkan kerugian Keuangan Negara di salah satu Bank di Kota Pontianak sebesar Rp.5.590.000.000.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved