Gubernur Kalbar Sutarmidji: Pembahasan Kratom Sudah Miliki Titik Terang untuk Jadi Komiditi Ekspor

“Kratom sudah selesai dibahas oleh Pak Moeldoko . Jadi sudah dijelaskan oleh Pak Muldoko waktu itu,” ujarnya Sutarmidji, Kamis 11 Agustus 2022.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Daun Kratom di Putussibau yang sudah siap dipanen, Selasa 9 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan terkait Kratom sudah memiliki titik terang.

Dimana dikatakannya pembahasan terkait Kratom sudah dibahas pada bertemuan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia melalui Kantor Staf Presiden (KSP) juga telah mengapresiasi tawaran kerja sama untuk mengembangkan kratom sebagai tanaman herbal komoditas ekspor yang bermanfaat untuk kesehatan.

Tawaran kerja sama ini diinisiasi oleh American-Indonesian Chamber of Commerce, American Kratom Association (AKA) dan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh).

“Kratom sudah selesai dibahas oleh Pak Moeldoko . Jadi sudah dijelaskan oleh Pak Muldoko waktu itu,” ujarnya Sutarmidji, Kamis 11 Agustus 2022.

Tahun Depan Kratom Akan Dilarang, Gubernur Sutarmidji: Kita Akan Lakukan Kajian Komprehensif

Sutarmidji menyampaikan intinya ada harapan Kratom untuk menjadi komoditi ekspor nantinya.

“Alhamdulillah masalah Kratom ada titik terang untuk terus jadi komoditi yang bernilai ekonomi, setelah pertemuan dengan KSP, BNN, BALAI POM, Perwakilan konsumen,” tulis Sutarmidji di akun Facebook pribadinya beberapa waktu lalu.

Sutarmidji mengatakan akan terus berupaya agar rencana pelarangan tahun 2023 tidak diwujudkan.

“Atur penjualannya melalui Tata Niaga atau cara lain supaya terkontrol,”ucapnya.

Bahkan dikatakannya akan ada Parelemen Senator Amerika yang akan berkunjung ke Kalbar untuk membicarakan masalah krsyom dan jaminan pasokannya.

“Ini nanti ada parlemen senator Amerika yang mau datang kesini (Kalbar), rencananya yang akan bicara Kratom dan jaminan pasokan,”ujarnya.

Dia mengatakan bahwa kedua belah pihak sepakat bahwa kratom bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi kedua negara. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved