Seminat Dua Sisi, MUI Kalbar Sebut LGBT Haram Tapi Jangan Dikucilkan

Namun demikian Kartono meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan para LGBT tersebut.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Jamadin
Dokumentasi HmI Cabang Pontianak
Dokumentasi Seminar Dua Sisi yang bertema LGBT, Antara HAM dan Penyimpangan Sosial oleh HMI Cabang Pontianak. Pontianak, Kalimantan Barat. Selasa 9 Agustus 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak bertempat di Rumangsa Coffee Jl Karangan Untan menggelar Seminar Dua Sisi yang bertema LGBT; Antara HAM dan Penyimpangan Sosial, Selasa 9 Agustus 2022 malam.

Seminar ini dipandu oleh Dewi Valentin sebagai moderator dengan menghadirkan 2 narasumber yakni, Husni Mubarok Bapas Kelas II Pontianak, dan H Kartono dari MUI Kalimantan Barat.

Husni Mubarak narasumber pertama menjelaskan jika ditinjau dari segi hukum, berkaitan dengan LGBT belum ada payung hukum dan tidak diatur dalam undang-undang.

"Kita harus tahu bahwa LGBT ini tidak diatur di UU sehingga tidak bisa dipidanakan dan dalam RKUHP pasal 418 hanya mengatur tentang kekerasan seksual yaitu perbuatan cabul dengan lawan jenis maupun sejenis," ucapnya.

Lebih jauh ia menuturkan bahwa yang menjadi sorotan masyarakat adalah para LGBT ini kerap mempertontonkan perbuatan asusila di ruang publik khususnya sosial media dan hal tersebut dapat dikenakan sanksi berdasarkan pasal 281 UU KUHP.

"Walaupun demikian, para pelaku LGBT harus tetap mendapatkan hak yang sama sebagai WNI ini, karena sudah bukan persoalan pro dan kontra tetapi lebih kepada memahami bahwa ada hal-hal dari latar belakang para LGBT yang perlu dimaklumi dan begitu sebaliknya untuk para LGBT juga tidak bisa memaksakan semua orang harus menerima, intinya agree to disagree saja," ucapnya.

Sementara itu, Kartono selaku perwakilan dari MUI Kalbar dengan jelas menerangkan bahwa LGBT tidak dibenarkan oleh semua agama.

"Sesuai Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan menyatakan aktivitas dan perilaku LGBT diharamkan," ucapnya.

Namun demikian Kartono meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan para LGBT tersebut.

"Meskipun demikian masyarakat sebaiknya tidak mengucilkan para pelaku LGBT tersebut, karena mereka yang kaum rentan sangat butuh pendampingan khusus" ujarnya.

Ketua Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Pontianak menyatakan jika seminar dua sisi ini dilaksanakan dalam rangka menjawab fenomena LGBT dan mengetahui dampak serta penyebabnya.

"Masyarakat harus peka dengan apa penyebab dan dampak dari LGBT ini ditinjau dari berbagai sudut pandang," ujar Ruslianto .

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved