Anggota DPRD Sambas Apresiasi Peresmian IGD, Harap Rumah Sakit Tidak Sering Rujuk Pasien

"Sebagai informasi sebelumnya program Prosesar ini hanya berobat gratis di tingkat RSUD Sambas namun sekarang diperluas lagi untuk rawat inap di Puske

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Prokopim Pemkab Sambas
Bupati Sambas H Satono saat meresmikan Gedung Baru IGD RSUD Sambas, Kabupaten Sambas, Selasa 9 Agustus 2022. Bupati Sambas meminta gedung IGD dengan tingga lantai itu dapat memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota DPRD Sambas Lerry Kurniawan Figo mengapresiasi peresmian Gedung IGD RSUD Sambas. Dia menilai peresmian itu menunjukkan komitmen Bupati Sambas memperjuangkan kebutuhan masyarakat, Rabu 10 Agustus 2022.

"Tentunya kebijakan Bupati H Satono ini layak kita apresiasi. Ini menunjukan bahwa beliau ini komitmen dalam memperjuangkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat dan sesuai dengan janji politik saat kampanye dulu bahwa masyarakat Non BPJS akan diberikan pelayanan rawat inap gratis," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pelayanan rawat inap gratis melalui program Prosesar itu bahkan telah berlaku di Puskesmas yang ada di Kabupaten Sambas.

"Sebagai informasi sebelumnya program Prosesar ini hanya berobat gratis di tingkat RSUD Sambas namun sekarang diperluas lagi untuk rawat inap di Puskemas yang ada di Kabupaten Sambas.

Dia menjelaskan, urusan kesehatan ini merupakan pelayanan dasar yang wajib bagi pemerintah daerah. Oleh karena, imbuh dia, pemerintah sudah sepantasnya memberikan perlindungan dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Bupati Satono Resmikan Gedung IGD RSUD Sambas, Harap Selaras dengan Peningkatan Kualitas Pelayanan

"Jangan sampai ada masyarakat yang sakit tapi tak bisa berobat karena miskin.
Ini miris dan tidak boleh terjadi di Kabupaten Sambas, oleh karena itu saya kira program Prosesar ini adalah solusi yang tepat dan bermanfaat, sudah terbukti sangat membantu masyarakat," jelasnya.

Dalam hal penyelenggaraan kesehatan, ujar dia, diharapkan khususnya rumah sakit di Kabupaten Sambas jangan sedikit-sedikit rujuk ke Rumah Sakit di luar daerah.

"Jangan sampai ada pasien sedikit -dikit dirujuk ke Singkawang atau Pontianak dengan alasan alat dan dokter spesialisnya tidak ada atau biasa di karena kamar penuh. Tolong ini menjadi perhatian serius bagi pihak rumah sakit ketersediaan dokter anestesi, spesialis THT, mata, jangan sampai tidak ada," katanya

Menurutnya, jika itu terjadi maka kerugian kita selain ini sangat merepotkan bagi pasien. Dia melanjutkan rujuk ini juga akan berdampak terhadap pendapatan daerah Kabupaten Sambas.

"Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan, kami akan melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif dan berkelanjutan terhadap pelaksanaan program Prosesar ini jangan sampai tidak dapat diterjemahkan dan direalisasikan oleh Rumah Sakit," jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved