Warga Sekadau Lirik Budidaya Magot Untuk Pakan Ternak
Magot diungkapkannya sebagai pakan alternatif yang masih sulit didapatkan di Kabupaten Sekadau, untuk itu harganya pun masih tergolong mahal
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Tri Pandito Wibowo
Dari semua itu, ada dua sarana yang penting dan menentukan dalam usaha perikanan budidaya yakni benih ikan dan pakan ikan. Dimana, hingga saat ini kedua sarana produksi perikanan budidaya ini masih menjadi kendala utama.
"Penggunaan bahan baku lokal alternatif untuk pembuatan pakan ikan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan para pembudidaya ikan terhadap daerah lain. Sebaliknya dapat memaksimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang ada," kata Erviyanto.
Diketahui saat ini biaya pakan adalah biaya terbesar dalam kegiatan budidaya ikan atau sekitar 70 sampai 80 persen.
Maka jika pembudidaya mampu membuat pakan sendiri yang lebih murah. Tentu akan berdampak pada keuntungan yang didapat.
"Melalui pembuatan pakan ikan alternatif diharapkan dapat terwujudnya ketersediaan pakan ikan yang berkualitas dengan harga terjangkau. Saya berharap melalui kegiatan pelatihan ini dapat menambah wawasan pembudidaya ikan dalam memaksimalkan pendapatan, dan pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang ada," pungkasnya.
Produksi Pakan Ikan Secara Mandiri
Wakil Bupati Sekadau, Subandrio hadiri pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, di Gedung Pertemuan Umum Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, pada Minggu 24 Juli 2022.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 100 orang peserta yang merupakan pembudidaya ikan dari 4 Kecamatan di Kabupaten Sekadau, di antaranya Kecamatan Nanga Mahap, Nanga Taman, Sekadau Hulu dan Sekadau Hilir.
Wakil Bupati Sekadau, Subandrio mengungkapkan sejatinya pelatihan tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Sekadau, yakni Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian dan Perikanan untuk Kesejahteraan (IP3K).
Dikatakan Wabup Subandrio, dalam upaya mendukung perikanan. Saat ini Kabupaten Sekadau memiliki dua balai benih ikan, yakni BBI Kemawan dan BBI Nanga Suri yang menyediakan bibit ikan berkualitas bagi masyarakat.
Sehingga dalam upaya pembudidayaan ikan air tawar, masyarakat tidak perlu kesulitan mencari bibit ikan berkualitas.
"Sekarang tinggal kita memikirkan pakan. Kita akui harga pakan ikan memang cukup mahal. Harapannya setelah pelatihan ini tidak ada yang tidak bisa membuat pakan ikan menggunakan bahan baku lokal," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kominfo-Sekadau-240722-Ikans.jpg)