Breaking News:

Dikabarkan Hilang! Kapolsek Nanga Pinoh Melawi Ungkap Kronologi Penemuan Jasad Lansia di Semak

karena curiga Tomi kemudian mencari sumber bau tersebut. Dan akhirnya ditemukan sekitar 1,5 meter dari pinggir jalan jasad S beserta sepeda motornya.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas saat mengevakuasi jasad S (65 tahun) yang ditemukan tak bernyawa di semak-semak ruas jalan Pinoh-Ella Hilir tepatnya di Desa Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi pada Minggu 24 Juli 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Nanga Pinoh, Iptu Bhakti Juni Ardi menjelaskan bahwa jasad S (65) pertama kali ditemukan Toni di semak-semak ruas jalan Pinoh-Ella Hilir tepatnya di Desa Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat pada Minggu 24 Juli 2022.

"Jasad S sendiri ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB. Korban pertama kali diketahui oleh Tomi yang juga masih keluarga korban. Saat itu tomi kebetulan dalam perjalanan pulang dari Ella Hilir, ketika lewat sebelum Jembatan Kebebu, ia mencium bau tak sedap," jelas Kapolsek. Senin 25 Juli 2022

Lanjutnya, karena curiga Tomi kemudian mencari sumber bau tersebut. Dan akhirnya ditemukan sekitar 1,5 meter dari pinggir jalan jasad S beserta sepeda motornya.

Wakapolres Melawi Periksa Kendaraan Dinas Satlantas dan Kelengkapan Identitas Pribadi Personel

Saat ditemukan, Kata Kapolsek tidak ada barang korban yang hilang, bahkn kendaraan motornya juga tidak mengalami kerusakan.

“Kemudian Tomi langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi. Usai mendapatkan laporan penemuan itu, petugas kepolisian kemudian mendatangi TKP dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum," Kata Kapolsek.

Berdasarkan Keterangan dokter yang melakukan visum, Ditegaskan Kapolsek tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Hanya memang badan korban sudah mulai mengalami pembusukan karena sudah lama meninggalnya,” imbuh Kapolsek.

Sebelumnya, Korban dilaporkan hilang sejak Rabu pekan lalu. Ia dikabarkan ijin dengan anak meninggalkan camp PT Berantas di Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir, untuk kembali ke Sintang pada Selasa (19/7).

Pada Rabu disebutkan korban bertemu dengan Konsultan PT Berantas di Camp. Namun setelah itu, korban tidak diketahui keberadaannya dan tidak dapat dihubungi.

Saat ini, Pihak Kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian korban. Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved