BKKBN Kalbar Gandeng Mahasiswa KKN UPB Pontianak untuk Dongkrak IPM dan Tekan Stunting

Muslimat selaku Plt Kepala BKKBN Kalbar mengatakan saat ini stunting di Indonesia mencapai angka 24.4 persen, oleh karenanya Presiden RI Jokowi

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Muslimat Plt Kepala BKKBN Kalbar ketika diwawancarai, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin, 25 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalbar menggandeng mahasiswa KKN Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak tahun 2022 untuk pencegahan stunting dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Hal ini diketahui pada acara pelepasan mahasiswa KKN UPB ke sejumlah daerah di Kalbar. Senin, 25 Juli 2022.

Muslimat selaku Plt Kepala BKKBN Kalbar mengatakan saat ini stunting di Indonesia mencapai angka 24.4 persen, oleh karenanya Presiden RI Jokowi memerintahkan agar seluruh jajaran BKBN dapat menurunkan angka stunting ke angka 14 persen pada tahun 2024.

Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak Lepas Ratusan Mahasiswa KKN Tahun 2022

"Perlu diketahui angka stunting nasional saat ini berada di angka 24.4 persen, bapak presiden meminta jajaran BKBN untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024 nanti," ucap Muslimat.

Oleh karenanya ia menganggap kerjasama ini adalah kegiatan yang sangat strategis apabila mahasiswa KKN ini mampu memahami pentingnya peningkatan IPM untuk pembangunan Kalbar.

"Kami menganggap kegiatan ini sangat strategis, apabila mahasiswa yang turun di tengah masyarakat ini mampu memahami pentingnya penurunan angka stunting ini," ucapnya.

Ia juga menjelaskan saat ini berdasarkan data Litbang Kemenkes kondisi IPM Kalbar sangat memprihatinkan sebab saat ini Kalbar berada di angka 29.8 persen dengan beberapa daerah ada di angka lebih dari 30 persen.

"Dan perlu diketahui Kalbar sekarang ini berada di angka 29.8 persen,  dimana beberapa kabupaten khususnya Kubu Raya, Sintang, Melawi dan Sambas angka stunting nya lebih dari 30 persen," ucapnya.

Sehingga ia berharap kepada mahasiswa mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk mampu mencegah stunting tersebut.

Ia juga menjelaskan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama yang sama dengan perguruan tinggi lainnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved